JATIMTIMES - Lonjakan wisatawan rombongan ke kawasan Kayutangan Heritage membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai memutar otak. Belajar dari kepadatan lalu lintas saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), skema baru pun disiapkan agar kawasan heritage tetap ramah wisatawan tanpa bikin macet.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa bus pariwisata tak lagi diperbolehkan parkir di sekitar Kayutangan. Sebagai gantinya, bus hanya diizinkan menurunkan penumpang alias drop off, lalu langsung diarahkan menuju kantong parkir khusus yang telah disiapkan Pemkot.
“Bus nanti cukup drop saja di Kayutangan Heritage. Setelah itu parkir di tempat tersendiri. Sementara ini memang masih di sekitar Ade Irma Suryani, tapi ke depan akan kami pikirkan lokasi yang lebih ideal,” ujar Wahyu.
Tak berhenti di situ, Pemkot Malang juga menyiapkan opsi alternatif lokasi parkir bus wisata. Salah satu yang masuk radar adalah Stadion Gajayana, yang jaraknya dinilai masih cukup dekat dari pusat wisata Kayutangan.
“Di sekitar Stadion Gajayana juga bisa. Tidak terlalu jauh. Bus drop dulu, lalu nanti setelah wisatawan selesai, bus bisa kembali menjemput,” lanjut Wahyu.
Skema penataan bus wisata ini sejalan dengan evaluasi Gedung Parkir Kayutangan yang sebelumnya telah diuji coba pada 31 Desember 2025. Wahyu mengakui masih ada sejumlah catatan yang harus dibenahi oleh pengembang sebelum gedung parkir tersebut kembali diuji coba pada 7-13 Januari 2026.
“Masih masa perbaikan, kami minta pihak ketiga menyelesaikan dulu. Setelah itu, mulai 7 Januari akan kita gratiskan selama satu minggu,” tegasnya.
Baca Juga : DPRD Soroti Penurunan Pendapatan Wisata Pantai Pasir Putih 2025, Pengelola Beberkan Data
Dengan beroperasinya Gedung Parkir Kayutangan, Pemkot Malang juga menertibkan pola parkir di kawasan heritage tersebut.
Kendaraan roda dua tidak lagi diperbolehkan parkir di tepi jalan dan wajib masuk ke gedung parkir. Sementara parkir di badan jalan hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat.
Respons pengendara pun dinilai cukup positif.
“Beberapa pengendara motor justru senang karena parkirnya lebih aman, tertata, dan tidak terlalu jauh dari pusat keramaian. Mereka juga merasa lebih tenang karena berada di bawah koordinasi Dinas Perhubungan,” pungkas Wahyu.
