JATIMTIMES – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang akrab disapa Mas Rio menyebut pengelolaan Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo selama lima bulan, yakni Agustus hingga Desember 2025, menunjukkan hasil positif dan dapat dinilai berhasil setelah dilakukan perombakan pengelolaan.
Mas Rio menyampaikan hal tersebut usai menerima laporan resmi pendapatan dari pengelola wisata. Ia mengakui, pada awal tahun 2025 sempat terjadi fluktuasi pendapatan, namun kondisi tersebut mulai membaik setelah dilakukan pembenahan manajemen dan sistem pengelolaan.
Baca Juga : ASN Wajib Aktifkan ASN Digital dan MFA, Ini Cara Login hingga Solusi Lupa Password
"Kalau kita bicara berdasarkan data, sejak Agustus sampai Desember 2025 setelah dilakukan perombakan, pengelolaan Pantai Pasir Putih itu berjalan baik dan hasilnya terlihat. Pendapatannya naik," ujar Mas Rio, Senin (05/01/2026).
Berdasarkan laporan pendapatan, selama periode Agustus hingga Desember 2025 total pemasukan Wisata Pantai Pasir Putih tercatat sebesar Rp1.729.545.000, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp1.453.379.000. Dari perbandingan tersebut, terdapat kenaikan pendapatan sebesar Rp276.166.000 dalam lima bulan.
Mas Rio menilai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa langkah perombakan pengelolaan yang dilakukan pemerintah daerah bersama pengelola sudah berada di jalur yang tepat. Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak hanya dilihat dari angka pendapatan, tetapi juga dari stabilitas pengelolaan dan kepercayaan publik.
"Kalau dilihat secara menyeluruh, pengelolaan Pantai Pasir Putih ini terbukti menghasilkan. Artinya, secara manajemen sudah ada keberhasilan yang tidak bisa diabaikan," tegasnya.
Secara keseluruhan, pada tahun 2025 Wisata Pantai Pasir Putih mencatatkan pendapatan sebesar Rp3.780.368.153 dengan biaya operasional Rp1.952.260.915. Dari pengelolaan tersebut, masih tercatat surplus sebesar Rp1.828.107.238, yang dinilai Mas Rio sebagai modal penting untuk pengembangan kawasan wisata ke depan.
Menurut Mas Rio, Pantai Pasir Putih tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Situbondo yang memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah. Ke depan, ia menilai kawasan wisata tersebut masih sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih modern dan kompetitif.
Baca Juga : Puluhan Armada Damkar dan DLH Surabaya Dikerahkan untuk Atasi Genangan di Beberapa Kawasan
"Kalau sekarang saja dalam lima bulan bisa menunjukkan hasil positif, ke depan tentu masih bisa dimodernisasi. Apalagi jika ada swasta yang masuk dengan konsep profesional dan tetap berpihak pada kepentingan daerah serta masyarakat," ungkapnya.
Ia menegaskan, keterlibatan pihak swasta nantinya tidak berarti menyerahkan pengelolaan sepenuhnya kepada investor. Pemerintah daerah, kata dia, tetap memegang kendali arah kebijakan dan konsep pengembangan wisata.
Mas Rio juga memastikan setiap rencana kerja sama dengan pihak swasta akan dilakukan secara transparan dan melalui kajian matang, termasuk mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.
"Kita tidak ingin hanya mengejar keuntungan sesaat. Prinsipnya, Pantai Pasir Putih harus tetap menjadi milik masyarakat Situbondo, tetapi dikelola dengan standar yang lebih modern dan profesional," pungkas Mas Rio.
