JATIMTIMES - Semester genap 2026 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang dibuka dengan satu garis sikap: bergerak maju atau tertinggal. Momentum awal pembelajaran tidak diposisikan sebagai rutinitas seremonial, melainkan sebagai penegasan komitmen bersama untuk menaikkan standar kualitas, akademik, karakter, dan kinerja seluruh warga madrasah.
Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin, di hadapan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Ia menekankan bahwa pergantian semester harus diikuti perubahan nyata, bukan sekadar agenda administratif.
Baca Juga : Dinkes Kabupaten Malang Segera Hadirkan 40 Wanita Good Looking di Puskesmas
“Memasuki tahun 2026, saya berharap hafalan siswa semakin baik dibandingkan tahun sebelumnya dan prestasi yang ditorehkan terus meningkat,” ujarnya belum lama ini.

Penekanan tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada peserta didik. Guru dan tenaga kependidikan juga memikul tanggung jawab yang sama besar.
“Prestasi tidak hanya milik siswa. Bapak dan Ibu Guru juga harus terus bertumbuh,” katanya.
Bagi Samsudin, madrasah yang maju adalah madrasah yang seluruh elemennya bergerak serempak, tidak ada yang berjalan sendiri, apalagi tertinggal.
Ia kemudian menggarisbawahi empat modal utama kehidupan yang menjadi fondasi arah pendidikan di MAN 2 Kota Malang.
“Kita memiliki empat modal utama, yaitu akal, umur, waktu, dan iman. Jika itu dimanfaatkan secara optimal, insyaallah kita tidak akan salah langkah,” tuturnya.
Fisik yang terjaga, pikiran yang sehat, serta adab kepada guru dan orang tua disebutnya sebagai prasyarat agar proses belajar tidak kehilangan arah.
Baca Juga : Mahasiswa Administrasi Bisnis Unisba Blitar Kuliah Lapang di UMKM Frozen Food Oracio Store
Dalam konteks itu, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara kekuatan intelektual dan spiritual. “Kesuksesan harus mampu memadukan antara dzikir dan fikir,” ucapnya.
Pesan ini menjadi benang merah arah pembinaan madrasah: unggul secara akademik, kokoh dalam karakter, dan matang dalam sikap.

Semester genap kemudian dimaknai sebagai fase kerja serius. Siswa didorong untuk lebih disiplin dan konsisten dalam belajar, sementara guru dan tenaga kependidikan ditantang untuk terus berinovasi, memperbaiki metode, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
MAN 2 Kota Malang juga menegaskan komitmennya menjaga dan mengembangkan prestasi budaya yang telah tumbuh, sebagai bagian dari pembentukan identitas dan karakter peserta didik.
Dengan semangat tersebut, MAN 2 Kota Malang menatap 2026 bukan sebagai pengulangan, melainkan percepatan. Tidak berhenti pada target jangka pendek, tetapi menyiapkan generasi yang siap bersaing, berakhlak, dan relevan dengan tantangan zaman. Semester baru hanyalah pintu masuk, yang utama adalah keberanian untuk terus maju.
