Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Unisma Menyusun Lompatan Global, Rektor Tegaskan Arah Kampus Menuju WCU

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

02 - Jan - 2026, 18:36

Placeholder
Rektor Unisma Prof Junaidi Mistar PhD (Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Universitas Islam Malang (Unisma) membuka 2026 dengan strategi yang makin terukur. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof Junaidi Mistar PhD, kampus ini memantapkan langkah menuju world class university (WCU) dengan menumpukan transformasi pada penguatan akreditasi, riset, sumber daya manusia, dan jejaring internasional.

Penguatan kelembagaan menjadi fondasi awal. Dari total 36 program studi nonprofesi pada jenjang S1, S2, dan S3, sebanyak 20 program studi telah meraih akreditasi unggul. Capaian ini menempatkan lebih dari separuh program studi Unisma pada level tertinggi penilaian nasional.

Baca Juga : Awal Puasa Ramadan 2026 Mulai Kapan? Ini Prediksi Versi Kemenag dan Muhammadiyah

“Akreditasi unggul ini menjadi indikator bahwa sistem akademik dan tata kelola Unisma berada di jalur yang benar untuk melangkah ke level internasional,” ujar Prof Junaidi.

Dari sisi sumber daya manusia, Unisma mencatat kemajuan signifikan sepanjang 2025. Kampus ini mengukuhkan enam guru besar baru melalui dua tahap pengukuhan. Yakni dua profesor pada Februari dan tiga profesor pada Oktober, dengan satu lagi dalam waktu dekat akan menyusul. Saat ini, Unisma memiliki sekitar 26 guru besar aktif, serta sekitar 60 dosen dengan jabatan lektor kepala yang terus didorong menuju jenjang profesor.

Namun, Prof Junaidi menegaskan bahwa percepatan karier akademik dosen tidak boleh mengorbankan etika. “Kami mendorong dosen untuk meraih jabatan guru besar, tetapi harus tetap dalam koridor etika akademik. Karena itu, kami membentuk tim integritas akademik untuk memastikan seluruh proses, terutama publikasi ilmiah, berjalan secara bertanggung jawab,” ungkapnya.

Di tingkat global, Unisma mulai menancapkan eksistensinya melalui pemeringkatan internasional. Kampus ini telah masuk dalam QS Asia University Rankings dan QS Southeast Asia Rankings, dengan posisi sekitar peringkat 73 di Asia Tenggara. Capaian ini dipandang sebagai langkah awal menuju target yang lebih besar.

“Masuk dalam pemeringkatan Asia adalah pijakan awal. Target kami berikutnya adalah bisa masuk ke World University Rankings dalam rentang 2027 hingga 2031,” kata Prof. Junaidi.

Memasuki 2026, Unisma memfokuskan perhatian pada penguatan riset dan internasionalisasi. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah penyelenggaraan klinik penyusunan proposal hibah penelitian dengan menghadirkan reviewer nasional. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal yang diajukan dosen ke skema pendanaan nasional maupun internasional.

“Semakin banyak proposal yang di-submit, peluang untuk lolos pendanaan juga semakin besar. Karena itu, kami siapkan pendampingan secara serius,” jelasnya.

Untuk mendukung agenda riset, Unisma mengalokasikan dana internal penelitian sebesar Rp2 miliar, di luar skema insentif publikasi ilmiah. Dana ini diharapkan menjadi pemantik agar dosen lebih agresif mengakses pendanaan eksternal serta mendorong hilirisasi hasil riset.

Pada aspek kerja sama global, Unisma terus memperluas jejaring internasional melalui penyelenggaraan joint conference, joint publication, hingga pengembangan program akademik bersama. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah dengan Shinjo University, Taiwan.

Baca Juga : Setelah 15 Tahun Berkarya, Jo Yoon Woo Pilih Menikah dan Tinggalkan Dunia Hiburan

“Kerja sama internasional ini menjadi pintu masuk penting bagi internasionalisasi Unisma, baik dalam riset maupun pengembangan program akademik,” ujar Prof Junaidi.

Transformasi juga menyentuh infrastruktur pembelajaran. Saat ini, Unisma tengah memasang smart classroom di seluruh program studi, masing-masing minimal satu ruang, untuk mendukung pembelajaran hybrid. Selain itu, Unisma merancang pembangunan gedung perkuliahan baru setinggi sembilan lantai yang ditargetkan mulai diproses pada awal 2026.

“Pembelajaran ke depan menuntut fleksibilitas. Smart classroom dan penambahan gedung ini kami siapkan untuk menjawab peningkatan jumlah mahasiswa sekaligus kebutuhan pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa,” katanya.

Dari sisi penerimaan mahasiswa baru, tren pertumbuhan juga terus dijaga. Pada 2025, jumlah mahasiswa baru meningkat sekitar 30 persen dibanding 2024. Untuk 2026, Unisma menargetkan kenaikan lanjutan dengan proyeksi hingga 3.500 mahasiswa baru program sarjana, termasuk penerimaan lebih awal di Fakultas Kedokteran.

“Kami optimistis target penerimaan mahasiswa 2026 dapat tercapai, seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas Unisma,” pungkas Prof Junaidi.

Dengan capaian dan proyeksi tersebut, Unisma menegaskan bahwa langkah menuju kampus berkelas dunia tidak dibangun lewat slogan, melainkan melalui kerja akademik yang konsisten, beretika, dan berorientasi global.


Topik

Pendidikan Unisma lompatan global kampus kelas dunia



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy