Geliatkan GERMAS Melalui Poskestren, Dinkes Kota Malang Sukses Bina 15 Pesantren 

Nov 29, 2021 16:33
kegiatan Evaluasi Pendampingan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Kota Malang 2021 yang digelar Dinkes Kota Malang di Hotel Tugu Malang, Senin (29/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
kegiatan Evaluasi Pendampingan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Kota Malang 2021 yang digelar Dinkes Kota Malang di Hotel Tugu Malang, Senin (29/11/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penerapan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Kota Malang terus digeliatkan di semua elemen. Masyarakat umum, lingkup pemerintahan, hingga pesantren dibidik untuk lebih meningkatkan kesehatan.

Di Kota Malang, setidaknya ada 15 Pesantren yang dibina Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk ikut dalam menjalankan GERMAS melalui Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Dalam hal ini, pengelola maupun santri dilibatkan untuk memahami tata cara pelaksanaan dalam menjalankan hidup sehat, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.

GERMAS-Melalui-Poskestren-Dinkes-Kota-Malang-Sukses-Bina-15-Pesantren2236d1d757c1ed678.jpg

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, keterlibatan pondok pesantren dalam GERMAS dinilai amat penting, khususnya saat masa pandemi Covid-19. Dengan begitu, lingkungan pesantren lebih sehat, nyaman dan aman.

"Ini kan salah satu upaya untuk GERMAS di masa pandemi ini. Kenapa pondok pesantren? karena di Kota Malang cukup banyak pondok pesantren dan juga cukup banyak santrinya. Sehingga, dengan komunitas yang ada saat ini kami ingin bahwa pesantren ini menjadi pesantren yang sehat, nyaman, dan aman," ujarnya dalam kegiatan Evaluasi Pendampingan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Kota Malang 2021, di Hotel Tugu Malang, Senin (29/11/2021).

Dalam hal ini, pelayanan kesehatan di lingkup pondok pesantren, dikatakan Husnul harus mengandung 3 pilar utama. Yakni, memiliki komitmen yang sama antara santri, pengasuh, dan wali santri.

Hingga tahun 2021 ini, ke 15 Pondok Pesantren yang sudah dilakukan pembinaan dan pendampingan terus dipantau progress dalam menjalankan GERMAS. Setidaknya, ada 18 indikator yang harus ada dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

GERMAS-Melalui-Poskestren-Dinkes-Kota-Malang-Sukses-Bina-15-Pesantren373852b4dd7da9ec.jpg

Seperti, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di air mengalir, jajan di kantin sehat, menggunakan jamban sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di pesantren, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan sehat dan masih banyak lainnya. 

"Dari pendampingan ini kami melihat progress perubahan yang ada di pondok pesantren. Alhamdulillah, civitas pesantren ini mampu memberikan perubahan, baik santri, pengasuh, maupun orang tua dari santri," terangnya.

Ke depan, ia berharap akan semakin banyak pondok pesantren yang turut menerapkan PHBS. Sehingga, para santri bisa menjadi agen perubahan, baik untuk diri sendiri hingga ke lingkungan keluarganya. 

"Tentu harapannya pondok pesantren yang terlibat akan lebih banyak. Sehingga semakin banyak santri yang jadi agen perubahan terhadap dirinya sendiri, dan terhadap lingkungan ponpes. Juga, terhadap lingkungan keluarga manakala santri sudah kembali kepada keluarga," pungkasnya.

Topik
Gerakan Masyarakat Hidup SehatKota MalangDinkes Kota Malangpondok pesantrenBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru