MALANGTIMES - Memasuki tahun 2021, Bupati Malang HM. Sanusi nampaknya tetap fokus pada pengembangan inovasi pariwisata. Rencananya, sektor pariwisata di Bumi Arema itu akan diintegrasikan dengan berbagai sektor seperti pertanian dan peternakan untuk terus tingkatkan perekonomian.
Sanusi mengatakan, pengembangan inovasi pariwisata yang terintegrasi dengan beberapa sektor seperti pertanian, peternakan dan perikanan akan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Kabupaten Malang. Terutama untuk memulihkannya setelah sempat surut akibat adanya pandemi Covid-19.
Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau 3 Rest Area, Pastikan Jalan ke Gunung Bromo Kondisi Baik
"Yang banyak pertanian, peternakan, perikanan untuk mendongkrak perekonomian di Kabupaten Malang, terutama di pariwisata seperti farm education Karangploso, Desa Ampeldento," ungkapnya saat dikonfirmasi pewarta usai melakukan peninjauan jembatan ambrol.
Lanjut Sanusi bahwa ia menyarankan kepada pengelola agar tanaman yang ditanam di areal farm education nantinya merupakan tanaman yang dapat di ekspor. Sehingga dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat.
"Cuma nanti tanaman di farm education itu saya ingin tanamannya ekspor semua," terang orang nomor satu di Kabupaten Malang ini yang kerap kali menceritakan bahwa dirinya merupakan seorang petani.
Terkait farm education yang mengintegrasikan antara sektor pertanian, peternakan dan perikanan dengan sektor pariwisata, hal tersebut dicontohkan Sanusi sudah terealisasi di wilayah Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
"Di Kasembon kemarin ada tanaman zevilantis itu sudah ekspor ke Jepang. Satu hektar bisa Rp 500 juta. Karena kemarin bagus, Rp 600 juta dalam 6 bulan bisa panen dua kali. Jadi Rp1,2 Milyar itu yang akan kita kembangkan bekerja sama dengan Univesitas Brawijaya," bebernya.
Disampaikan Sanusi, untuk mengetahui kebutuhan pasar di Jepang, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang telah bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya akan diundang ke Jepang.
"Nanti kita mau diundang ke Jepang untuk mencari atau melihat kebutuhan pasar Jepang yang bisa ditanam di Indonesia, habis hari raya," ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Baca Juga : PNS Batal Dapat Tunjangan Rp 9 Juta, Ini Alasannya
Sementara itu, selain di sektor pertanian, peternakan dan perikanan yang diintegrasikan dengan pariwisata, Sanusi juga akan berfokus menambah fasilitas di rest area yang sudah ada untuk mengenalkan keindahan dan potensi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang. Khususnya untuk jalur menuju ke Gunung Bromo.
"Melihat potensi yang ada di desa. Kita buka rest area dan diberi spot yang bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang nantinya dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa, red) masing-masing desa," tuturnya.
Hal tersebut dilakukan Sanusi agar masyarakat yang ingin menuju kawasan Gunung Bromo dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan tidak sampai mengantre ataupun menumpuk di titik tujuan.
Salah satu upayanya dengan dibangun beberapa rest area yang juga menyajikan destinasi wisata baru untuk dinikmati wisatawan baik dari dalam maupun luar Kabupaten Malang.
