Wali Kota Malang Sutiaji
Wali Kota Malang Sutiaji

MALANGTIMES - Kasus yang menimpa Bupati Malang HM Sanusi menjadi sasaran kritik lewat meme yang dibuat Safril Marfadi alias Caping, pemilik akun Facebook Laksamana Comrade Caping memang bukan satu-satunya. 

Banyak tokoh yang diperlakukan sama oleh Caping lewat postingan di akun pribadinya tersebut. Hanya saja, baru meme Bupati Sanusi yang berujung laporan polisi. Sementara, pejabat lain seperti Wali Kota Malang Sutiaji menanggapinya dengan santai.

Baca Juga : Biar Anak-anak Betah Pakai Masker, Yuk Intip Kreasi Masker Lucu Ini

Ia sering menjadi bulan-bulanan pembuat meme. Kritikan, bahkan hal-hal yang bersifat kurang pantas kerap dituliskan dalam setiap meme di foto-foto aktivitas politisi Partai Demokrat ini.

Namun demikian, Sutiaji tidak mau menanggapinya terlalu serius. Pasalnya, menurut dia, sebagai pejabat  publik apapun yang muncul dari masyarakat akan dinilai oleh masyarakat sendiri.

Baca Juga :

Jadi Tersangka, Pembuat Meme Bupati Sanusi Kini Terancam Dibui

Pembuat Meme Sanusi Heran Mengapa Kritik Menghibur Justru Dilaporkan ke Polisi

Kabag Humas Benarkan Pemkab Laporkan Pembuat Meme ke Polisi, Atas Kehendak Bupati Sanusi?

Terkait Meme Bupati Sanusi Berujung Laporan Polisi, Berikut Kata Pakar Bahasa UB

Pembuat Meme Bupati Malang jadi Tersangka, Warganet Justru Ramai-Ramai Serang Balik Sanusi

Bagi dia, sebagai seorang pemimpin banyak hal yang harus dikerjakan untuk menata kota dan membuat nyaman masyarakat Kota Malang.

"Biar masyarakat yang menilai, sekarang masyarakat akan tahu sendiri, saya menjalankan atau tidak, saya melakukan itu atau tidak. Yang penting kita itu kerja dan kerja.

Kalau jadi pemimpin gitu (meme yang beredar) ditanggapi nggak selesai-selesai, ya nggak kerja-kerja nanti," jelasnya.

Namun, dirinya tidak menampik ketika ada meme yang bersifat mengkritik juga akan disikapi bijak. 

Baca Juga : Bintang 3, Kebersihan Ubud Hotel Kurang, Swiss-Belinn dan Ibis Styles Disorot Soal Sarapan

Hanya saja, ia berharap adanya meme-meme yang sifatnya bisa dikatakan di luar batas atau bahkan bersifat sarkasme untuk disikapi dengan hati-hati oleh masyarakat.

"Ya kalau kritiknya bagus ya bagus, makasih. Kalau jelek ya namanya masyarakat dari sudut pandangnya dia. Kalau dirinya sudut pandangnya negatif thingking ya semuanya negatif. Kalau orang itu dalam dirinya sudah ada positif thingking ya positif terus. Dimensinya beda, ya wes nggak  usah ditanggapi," imbuhnya.

Masyarakat khususnya di Kota Malang diharapkan bijak dalam bersosial media. Sehingga tidak mudah percaya dengan informasi ataupun meme-meme yang kebenarannya masih dipertanyakan kebenarannya.

"Saya minta pada masyarakat bijak bersosial media, terus kita harus hati-hati jangan mudah terpercaya pada meme-meme yang menjerumuskan, yang belum tentu benar. Ada yang sifatnya gurauan dan sifatnya lain," terangnya.

Lebih jauh, ketika ditanya apakah hal itu tidak mengganggu dirinya dan berniat melaporkan ke pihak berwajib atas tindakan orang yang membuat meme-meme dan bisa dikatakan mencemarkan namanya, Sutiaji tegas menyatakan tidak akan melakukan hal itu.

"Ndak ya (tidak ada niat melaporkan ke pihak berwajib), itu juga artinya dia warga kita ya diingatkan. Penilainnya biar dari masyarakat sendiri. Kalau saya ndak gimana-giamna ya, mencemarkan nama baik itu juga ndak," tegasnya.

Bahkan ia menilai meme-meme yang ditujukan padanya pernah lebih parah dari yang beredar saat ini, yang mana juga tidak begitu dihiraukannya dengan serius. 

Akan tetapi, jika ranah yang dilakukan oleh pembuat meme mengarah ke tindakan kriminal maka pihaknya juga akan mengambil ranah hukum. 

"Kecuali jelas-jelas kriminal mungkin ya lain (ditindak ke pihak berwajib). Malah dulu ada yang nemen (lebih parah). Dulu ada yang menjelekkan macam-macam, tapi yang penting saya tidak, ada ya buat kaos macam-macam tapi dia sadar sendiri. Awalnya dikiranya kita main proyek dan sebagainya. Terus kalau perilaku kita seandainya, saya dituduh melakukan tindakan korupsi ya saya lawan. Karena itu kan ada ranah hukumnya," tandasnya.