Meme milik Safril Marfadi alias Caping berisi kritik menggelitik kepada Bupati Malang HM Sanusi yang dilaporkan ke polisi oleh Humas dan Protokol Pemkab Malang karena dianggap mencemarkan nama baik Bupati Malang (Foto : Istimewa)
Meme milik Safril Marfadi alias Caping berisi kritik menggelitik kepada Bupati Malang HM Sanusi yang dilaporkan ke polisi oleh Humas dan Protokol Pemkab Malang karena dianggap mencemarkan nama baik Bupati Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Warga Malang, sekitar awal Juni 2020 lalu memang digegerkan dengan beredarnya meme Bupati Malang, HM Sanusi.  

Meme tersebut awalnya diunggah melalui akun Facebook bernama Laksamana Comrader Caping.  

Baca Juga : Diam-Diam, Kejari Seriusi Kasus Pungli, Janji Gali Data ke Dinas Pendidikan dan Sekolah

Akun tersebut belakangan memang terkenal karena kerap memposting konten-konten berita berbagai media dengan dikreasikan dalam bentuk meme.  

Meme itu pun bernada sebuah kritikan yang cukup menggelitik.  

Pemilik akun tersebut bernama Safril Marfadi atau yang akrab disapa Caping.  

Ia telah produktif membuat meme-meme kritik seputar figur kepada daerah beserta kebijakan dan denomena sosial di masyarakat sejak beberapa tahun lalu.  

Banyak tokoh dan penjabat yang sudah menjadi korban kritiknya.  

Di Malang Raya saja, sudah hampir seluruh kepala daerah dan mantan kepala daerah yang pernah dikritiknya.  

Baca Juga :

Jadi Tersangka, Pembuat Meme Bupati Sanusi Kini Terancam Dibui

Pembuat Meme Sanusi Heran Mengapa Kritik Menghibur Justru Dilaporkan ke Polisi

Kabag Humas Benarkan Pemkab Laporkan Pembuat Meme ke Polisi, Atas Kehendak Bupati Sanusi?

Terkait Meme Bupati Sanusi Berujung Laporan Polisi, Berikut Kata Pakar Bahasa UB

Mulai mantan Bupati Malang Rendra Kresna, Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, mantan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung hingga Bupati Malang HM Sanusi.

Hasil meme yang ia buat pun terkadang mendapat apresiasi positf dari publik.  

Namun, tidak kali ini saat ia membuat meme tentang Bupati Malang Hm Sanusi.  

Kali ini, Caping rupanya benar-benar akan terjerat dalam masalah hukum akibat hasil karyanya itu.  

Diketahui, ia dilaporkan oleh Bagian Humas dan Protokol Pemkab Malang ke Polres Malang karena dianggap telah mencemarkan nama Sanusi.  

Meme yang membawanya ke kasus hukum ini bersumber dari berita media yang memuat komentar Bupati Sanusi.  

Dalam pernyataannya yang dimuat media tersebut Sanusi meminta warga Kabupaten Malang memakai masker selama masa Pandemi Covid 19. Bagi warganya yang tidak punya masker disarankan agar memakai kutang (BH) atau bra.

Namun, oleh media yang memuat berita ini akhirnya redaksi diralat dengan kaos kutang bukan kutang atau bra.  

"Mulai sesuk, SKPD dan OPD tak perintahno golek BH (kutang) sing ukurane isore 68 E. Cek dibagikno nang rakyat seng gk nduwe BH...Ehhh Masker”  demikian bunyi Meme yang dikreasi oleh Caping.  

Baca Juga : Wow, Masker Fashion Khas Budaya Indonesia nan Mewah ini Karya Desainer Malang

Hingga akhirnya Caping ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Malang sejak Selasa (25/8/2020).  

Surat panggilan kedua dari Polres Malang bernomor :SPgl/724/IX/2020/Reskrim tertanggal 2 September 2020 pun sudah terbit.  

“Saya siap dengan segala konsekuensi hukum atas kritik-kritik yang saya sampaikan lewat meme. Dari sekian meme yang saya buat selama ini cuma tentang Bupati Sanusi yang dilaporkan ke polisi. Padahal, meme berisi kritik terhadap kepala daerah lain lebih pedas tapi mereka nyantai menanggapinya. Anehnya lagi, khusus yang Bupati Sanusi ini yang melaporkan kok malah Humas Pemkab Malang ya bukan Sanusi sendiri?,” beber Safril Marfadi alias Caping kepada MalangTIMES.com.  

Terkait hal ini, warganet pun rupanya memberikan berbagai respon. 

Berawal dari akun Facebook bernama Biuss, membagikan berita yang dibuat oleh MalangTIMES.com dengan judul Jadi Tersangka, Pembuat Meme Bupati Sanusi Kini Terancam Dibui ke sebuah grup Facebook INFO MALANG RAYA (IMR) Independen & Objektif.

Biuss lantas menulis sebuah pesan agar warganet hati-hati dalam mengkritik para pejabat. 

“Hati Hati dalam mengkritik Mantan Aktivis 98' kini terancam bui gara gara bikin meme Bupati Malang,” tulis akun Buiss.

Tak ayal unggahan itu langsung menerima berbagai respon dari warganet.

Sebagian warganet justru mengatakan jika Sanusi tak akan dipilih lagi oleh warga Malang sebagai bupati.  

Mereka justru berbalik mengkritik Sanusi lantaran menjadi sosok pejabat yang ogah dikritik oleh warganya.

Seperti akun Sam Iwod yang berkata: "Wes angel angel gk kiro di pilih mneh koe kro warga ngalam."

@banyu Langit: "Pejabat nek gk gelem dikritik rakyat e ojok nyalon pejabat maneh".

@Rahmat Zulfikar: "rakyat cilik dadi korban lk dikritik gk glm,sakjane biasa dlm hal mengkritik itu bisa membangun yg lbh baik."

@Cak San: "Wong malang gak kirane ngritik kecuali pimpinane nyalahi aturan."

@Dwi Prasettiyo: "Leren o ae wes dadi pemimpin lk gk gelem d kritik rakyat e."

@Mardi Rizky Akbar: "Waduuh...pingin jadi pejabat,udah jadi pejabat.. Gk mau di kritik..OEEE Pak..tidak ada RAKYAT ANDA SIAPA ?? Hentikan kritik pada beliau. OJO DIPELEH MANNE.BERES. KABUPATEN MALANG BUTUH PERUBAHAN."

@Aura Bintang: "Sebagai pejabat buplik anda pantas di kritik ...dan rakyat berhak mengkritik ini negara demokrasi bukan negara otoriter ...dikit dikit di hukum.....klo gak di kritik pejabat publik juga gak terkontrol akhirnya ngawur....klo gak mau di kritik ya jgn jadi pejabat publik.....jgnkan anda president aja juga di pakai meme...meme bentuk masyarakat menyampaikan pesan moral ....ambil segi positifnya mosok pejabat publik baberan."