Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tanda tanya besar banyak pihak mengapa yang melaporkan pemilik akun Facebook Laksamana Comrader Caping atas tuduhan melakukan pencemaran nama baik terhadap Bupati Malang HM Sanusi bukan Sanusi sendiri melainkan Kepala Bagian Humas Pemkab Malang  terus menyeruak. 

Pasalnya, keputusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK), pejabat yang merasa dicemarkan nama baiknya harus melapor sendiri bukan orang lain. 

Baca Juga : Pembuat Meme Sanusi Heran Mengapa Kritik Menghibur Justru Dilaporkan ke Polisi

Untuk mengonfirmasi masalah ini, MalangTIMES.com (JatimTIMES Grup) berusaha melakukan wawancara dan konfirmasi ke pihak pelapor yakni Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Malang M Nur Fuad Fauzi. 

Namun, upaya wartawan MalangTIMES.com melakukan konfirmasi terhadap yang bersangkutan tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. 

Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk  via telepon seluler maupun bertemua langsung di lokasi acara.  

”Masih di (Kecamatan) Poncokusumo, nanti saja ya. Masih ada Menteri, nanti, nanti,” ungkap Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Kabupaten Malang, M Nur Fuad Fauzi, saat dikonfirmasi melalui telphone selular, Kamis (3/9/2020) siang.

Lantaran tidak berkenan menjelaskan detail lewat telepon selular, media online ini mencoba mencari kejelasan kepada Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Malang, dengan cara menemuinya langsung di sela agenda kunjungan Menteri Pertanian, Kamis (3/9/2020) sore.

”Iya ini kan sudah diurusi sama pihak kepolisian, monggo (silahkan, red) ditanyakan ke sana (Polres Malang) saja ya,” kata pria yang akrab disapa Fuad ini, ketika menjawab alasan pelaporan Caping ke polisi.

Apakah benar laporan tersebut dilakukan pihak Pemkab Malang? Fuad lagi-lagi enggan berkomentar dan menyarankan kepada kami untuk mengonfirmasi langsung ke polisi. ”Ya tanyakan ke penyidik saja ya,” jawabnya singkat.

Meski terkesan enggan menjelaskan secara gamblang, namun Fuad membenarkan jika memang ada pengaduan dari Pemkab Malang terkait meme tersebut ke pihak kepolisian.

Lantas kenapa tidak Sanusi langsung yang melayangkan laporan? secara eksplisit Fuad mengaku jika Bupati Sanusi sebenarnya juga menginginkan adanya pelaporan tersebut.

”Bukan, Abah Sanusi (sapaan Bupati Malang) juga melaporkan, tapi coba nanti ditanyakan, dikonfirmasi ke penyidiknya. Saya tidak begitu paham,” dalih Fuad sembari mengakhiri sesi wawancara di hadapan awak media.

Sekedar diketahui, surat penyidikan dan surat panggilan kedua yang dilayangkan kepada tersangka Caping ini, ternyata juga sempat menjamur di aplikasi chatting. 

Dari surat ber-kop kepolisian tersebut, tertulis jika laporan kasus meme dilakukan pada tanggal 3 Juni 2020.

Pada tanggal yang sama, korps berseragam coklat ini langsung melakukan penyidikan. Tercatat sedikitnya sudah ada beberapa saksi yang dipanggil oleh Polres Malang. Salah satunya adalah sosok Caping yang kini berstatus tersangka.

Dari hasil penyidikan tersebut, 25 Agustus 2020 Caping resmi berstatus tersangka dan sudah dilakukan dua kali pemanggilan. 

Pria kelahiran 1 April 1969 itu, ditetapkan sebagai tersangka lantaran dianggap melanggar ketentuan pasal 51 ayat 1 juncto pasal 35 dan atau pasal 48 ayat 1 juncto pasal 32 ayat 1 dan atau pasal 45 ayat 3 juncto pasal 27 ayat 3 Undang-undang nomor 19 tahun 2016, tentang ITE.