Safril Marfadi alias Caping, pembuat meme Bupati Sanusi yang dilaporkan ke polisi (Foto : Facebook Laksamana Comrader Caping)
Safril Marfadi alias Caping, pembuat meme Bupati Sanusi yang dilaporkan ke polisi (Foto : Facebook Laksamana Comrader Caping)

MALANGTIMES - Mungkin  tidak pernah terbayangkan oleh siapapun termasuk bagi Safril Marfadi alias Caping, pemilik akun Facebook Laksamana Comrader Caping bahwa meme tentang Bupati Malang HM Sanusi yang ia posting akan berujung pada masalah hukum. 

Sebab, kreativitas membuat meme untuk kemudian diposting di media sosial facebook pribadinya tidak hanya ditujukan untuk kritik menggelitik saja tetapi juga hiburan kepada para penikmat media sosial. 

Mula-mula ia tergerak membuat meme berisi imbauan Bupati Malang HM Sanusi agar masyarakat memakai masker kutang (bra) bagi yang tidak memiliki masker seperti pada umumnya setelah membaca postingan berita salah satu media nasional yang terbit 1 Juni 2020 lalu.

Meskipun, media yang dimaksud akhirnya meralat beritanya karena pernyataan yang ditulis dianggap tidak sesuai dengan maksud Bupati Sanusi.

“Yang saya jadikan meme kan berita media mainstream yang datanya jelas, dan benar-benar sesuai fakta. Ini saya lakukan tidak hanya ke Sanusi (Bupati Malang HM Sanusi). Hampir semua kepala daerah di Malang maupun di luar Malang Raya pernah saya kritik bahkan jauh lebih keras dari Sanusi tapi mereka santai saja menanggapinya,” beber Caping kepada MalangTIMES.com, Selasa (1/9/2020).

BACA JUGA : Jadi Tersangka, Pembuat Meme Bupati Sanusi Kini Terancam Dibui

Selain meme, konten viral lain tentang Bupati Sanusi pun ia posting di akun facebook pribadinya. 

Salah satunya berita MalangTIMES.com (JatimTIMES Grup) yang memuat video viral Bupati Sanusi dangdutan di masa Pandemi Covid 19. Berita ini ramai diperbincangkan warganet di akun pribadinya. Termasuk berita MalangTIMES.com tentang mutasi kilat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Harry Setia Budi yang telah direspons ribuan warganet. Ribuan like atau komentar menghiasi konten tersebut setelah beberapa jam diposting.

BACA JUGA

- Baru Tiga Bulan jadi Staf, Bupati Sanusi Angkat Harry sebagai Kepala Dinas 

- Baru Launching Timses, Sanusi Tak Pedulikan Warga  Malah Asyik Dangdutan Bareng 2 Biduan

Puncaknya, 3 Juni 2020 konten meme kritik terhadap Bupati Sanusi tersebut dilaporkan ke polisi oleh Bagian Humas dan Protokol Pemkab Malang dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik. 

Konten itu juga menyita perhatian ratusan ribu warganet karena materi yang disajikan pada meme itu unik dan menghibur.

“Bagi saya kebebasan menyatakan pendapat dan kritik itu dijunjung tinggi di negara ini dan dilindungi undang-undang. Tentu kritik yang saya sampaikan melalui meme itu wajar bahkan menghibur. Tapi kalau Sanusi nggak mau dikritik dan menggunakan hukum untuk membungkam saya ya silakan,” tegas Caping.

Ia heran mengapa kritik yang menghibur justru dilaporkan ke polisi dan dianggap sebagai tindakan kriminal. 

Buntut dari laporan itu, Caping sudah dipanggil ke Polres Malang untuk diperiksa pada 25 Agustus 2020 melalui surat bernomor : SPgl/685/VIII/2020/Reskrim namun yang bersangkutan tidak menghadiri panggilan tersebut. 

Karena tidak hadir pada panggilan pertama, Polres Malang kembali melayangkan surat panggilan kedua bernomor   :SPgl/724/IX/2020/Reskrim tertanggal 2 September 2020. 

Dalam surat panggilan kedua tersebut, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Caping sebagai tersangka pada Selasa (8/9/2020). 

Bagaimana tanggapan Bagian Humas dan Protokol Pemkab Malang sebagai pelapor kasus ini? 

Bagaimana pula tindaklanjut proses penyidikan yang dilakukan polisi? Simak terus seri selanjutnya hanya di MalangTIMES.com.