Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

DBD Tak Pernah Absen, Dinkes Kota Malang Ingatkan Warga Jangan Lengah

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

26 - Jan - 2026, 19:41

Placeholder
Nyamuk Aedes Aegypti, penyebab penyakit demam berdarah.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi persoalan kesehatan yang terus berulang di Kota Malang. Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini tercatat muncul setiap tahun di seluruh kecamatan, meski secara umum jumlah kasus menunjukkan kecenderungan menurun.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menegaskan, penurunan angka kasus tidak boleh membuat masyarakat lengah. Pasalnya, puncak penularan DBD biasanya terjadi pada Maret hingga April, seiring meningkatnya curah hujan.

Baca Juga : Pangkas Jarak Pelayanan Kesehatan, Pemkot Batu Jadwalkan Dokter ke Masing-Masing Polindes

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa sepanjang periode 2023 hingga 2025, DBD masih ditemukan di semua wilayah kecamatan dengan jumlah yang naik-turun, bahkan disertai kasus kematian.

“DBD ini masih ada setiap tahun dan jumlahnya masih cukup besar. Walaupun trennya menurun, kewaspadaan tetap harus dijaga,” kata Husnul, Senin (26/1/2026).

Data Dinkes menunjukkan, Kecamatan Kedungkandang menjadi salah satu wilayah dengan lonjakan signifikan, dari 82 kasus pada 2023 menjadi 180 kasus pada 2025, dengan empat kematian tercatat. Kecamatan Sukun juga mencatat angka tinggi, yakni 118 kasus pada 2023 dan meningkat hingga 192 kasus pada 2024–2025, dengan dua kasus kematian.

Sementara itu, Kecamatan Blimbing sempat mengalami lonjakan dari 93 kasus pada 2023 menjadi 186 kasus pada 2024, sebelum turun menjadi 164 kasus pada 2025. Meski demikian, dua kematian justru tercatat pada tahun terakhir tersebut. Kecamatan Lowokwaru menunjukkan tren penurunan pada 2025 setelah sempat meningkat di tahun sebelumnya, dengan satu kasus kematian.

Adapun Kecamatan Klojen menjadi wilayah dengan jumlah kasus relatif lebih rendah dibanding kecamatan lain dan tidak mencatatkan kematian, meskipun sempat mencapai puncak 120 kasus pada 2024.

“Total kasus DBD pada 2025 berada di kisaran 400-an, lebih rendah dibandingkan 2024 yang hampir menyentuh 600 kasus,” jelas Husnul.

Menurutnya, upaya paling efektif untuk menekan DBD tetap bertumpu pada Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui penerapan 3M dan 3M Plus. Ia menegaskan, tanpa keberadaan nyamuk, penularan DBD tidak akan terjadi.

“Kalau tempat perindukan nyamuk bisa kita hilangkan, maka rantai penularan DBD juga akan terputus. PSN ini kuncinya,” tegasnya.

Baca Juga : Pimpin Apel Pagi, Mbak Wali Tekankan Literasi Membaca dan Pelestarian Lingkungan

Dinkes Kota Malang pun mendorong seluruh elemen, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat, untuk kembali menghidupkan gerakan PSN. Kegiatan seperti Jumat Bersih dan gotong royong lingkungan dinilai perlu digalakkan secara konsisten.

Saat ini, Angka Bebas Jentik (ABJ) Kota Malang masih berada di angka 92 persen, belum memenuhi standar ideal 95 persen. Selisih tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab DBD masih terus muncul.

“Masih ada sekitar tiga persen yang menjadi celah munculnya kasus demam berdarah,” ungkap Husnul.

Selain faktor perilaku, kondisi cuaca juga berperan besar. Curah hujan yang tinggi memicu munculnya genangan air bersih di berbagai titik, seperti pot tanaman, tempat minum burung, hingga penampungan air di rumah, yang menjadi lokasi ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

“Masyarakat tidak perlu panik, tapi harus waspada. Mulai dari rumah sendiri, lalu lingkungan sekitar. Kalau satu wilayah kompak, kasus DBD pasti bisa ditekan,” pungkasnya.

Husnul berharap, pada 2026 ini angka DBD di Kota Malang dapat terus ditekan dengan memaksimalkan peran 16 puskesmas dan 33 puskesmas pembantu sebagai pusat edukasi sekaligus pendampingan masyarakat dalam pelaksanaan PSN.


Topik

Pemerintahan dbd dbd kota malang dinkes kota malang pemkot malang kasus dbd



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana