JATIMTIMES - DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengarahkan fokus kerja tahun 2026 pada program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni.
Ia menegaskan, fokus tersebut akan diwujudkan melalui pengawasan intensif terhadap realisasi program-program yang telah dianggarkan. Pihaknya berkomitmen melakukan peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan layanan kesehatan sebagai agenda utama yang akan terus dikawal tahun depan.
Baca Juga : SNBP 2026 Dimulai, Ini Cara Membuat Akun SNPMB yang Wajib Diketahui Siswa
"Fokus kerja kami di tahun 2026 adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur melalui beberapa sektor prioritas. Kami akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial," ujar Sri Wahyuni, Senin (5/1/2026).
Selain itu, dia juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata di Jawa Timur.
"Kami akan memperkuat konektivitas infrastruktur antardaerah secara adil dan modern," kata legislator perempuan asal Fraksi Partai Demokrat ini.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan konektivitas antardaerah. Menurutnya hal itu menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Pada sisi penganggaran, Sri Wahyuni bakal mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap implementasi APBD 2026. "APBD Jawa Timur telah disahkan dengan pendapatan daerah sebesar Rp26,3 triliun dan belanja daerah sebesar Rp27,2 triliun harus dapat diwujudkan dengan efektif dan efisien," bebernya.
Baca Juga : Mau Beli Rumah di 2026? Ini Cara Dapat Bebas Pajak PPN Hingga Rp 2 Miliar
Pihaknya akan terus mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Kami juga akan terus berdialog dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk menyerap aspirasi, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan,” katanya.
Sri Wahyuni berharap dengan sinergi antara legislatif dan eksekutif serta dukungan masyarakat target pembangunan Jawa Timur pada 2026 dapat tercapai. “Dengan sinergi yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, kami yakin Jawa Timur dapat menjadi lebih sejahtera dan maju,” pungkasnya.
