Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Politik

SBY Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Cara Pencegehannya Makin Sempit

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Jan - 2026, 11:11

Placeholder
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: X)

JATIMTIMES - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melontarkan peringatan terkait kondisi geopolitik global yang kian memanas. Ia menilai, dunia saat ini berada di titik rawan yang berpotensi menyeret umat manusia ke Perang Dunia Ketiga.

Pernyataan terkait ancaman perang dunia ketiga disampaikan SBY melalui akun X miliknya. Ia mengaku cemas melihat eskalasi konflik yang terus terjadi di berbagai belahan dunia.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Terbitkan Surat Perintah, Tunjuk F Bagus Panuntun Sebagai Plt Wali Kota Madiun

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," tulis SBY, dikutip Rabu (21/1/2026). 

Namun, ia mengingatkan bahwa peluang untuk mencegah bencana besar tersebut semakin terbatas. "Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit," lanjutnya.

Dalam refleksinya, SBY membandingkan kondisi global saat ini dengan situasi dunia menjelang Perang Dunia I (1914–1918) dan Perang Dunia II (1939–1945). Menurutnya, ada pola yang nyaris serupa.

Ia menyoroti munculnya pemimpin negara besar yang agresif dan berambisi perang, pembentukan blok atau persekutuan negara yang saling berhadap-hadapan, hingga pembangunan kekuatan militer secara masif, termasuk penyiapan mesin perang dan ekonomi.

Tak hanya itu, SBY menilai geopolitik global kini berada dalam kondisi yang benar-benar panas dan penuh ketegangan.

Sejumlah studi internasional bahkan memperkirakan, jika perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir benar-benar pecah, kehancuran global nyaris tak terhindarkan. Jumlah korban jiwa diprediksi bisa melampaui 5 miliar manusia.

Gejolak dunia belakangan juga ditandai oleh berbagai konflik terbuka. Di kawasan Eropa Timur, perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung tanpa kepastian akhir.

Di Timur Tengah, Israel tetap melanjutkan agresi ke Palestina, meskipun sempat disepakati gencatan senjata. Ketegangan juga muncul di Asia Timur, menyusul penilaian sejumlah lembaga intelijen Barat yang memandang China berpotensi menginvasi Taiwan dalam beberapa tahun ke depan.

Situasi makin rumit setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan agresi ke Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Di kesempatan lain, Trump juga berulang kali menyatakan keinginannya untuk mencaplok Greenland, bahkan membuka opsi penggunaan kekuatan militer.

Baca Juga : Heboh Isu Kondisi Darurat Listrik Padam hingga Internet Mati 7 Hari karena Krisis Global, Ini Faktanya

Meski tanda-tanda konflik besar muncul, SBY menyayangkan minimnya kesadaran global untuk mencegah peperangan berskala besar.

"Mengapa? Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sekadar berharap perang, terutama perang nuklir, tidak terjadi jelas tidak cukup. Dibutuhkan langkah konkret dan kerja sama dari komunitas internasional.

"Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya," tulis SBY.

Sebagai langkah konkret, SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif dengan menggelar Sidang Umum Darurat atau Emergency UN General Assembly. Forum itu diharapkan menjadi ruang dialog para pemimpin dunia untuk membahas langkah nyata mencegah krisis global, termasuk potensi perang dunia baru.

"Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing," tegasnya.

Menurut SBY, meskipun nantinya seruan tersebut tidak diindahkan oleh semua pihak, setidaknya dunia telah menunjukkan adanya kesadaran dan upaya kolektif untuk bertindak sebelum semuanya terlambat.


Topik

Politik sby perang dunia ketiga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri