JATIMTIMES - Layanan Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis) yang sempat berhenti beroperasi seiring berakhirnya tahun anggaran 2025 lalu, kini telah beroperasi kembali. Sembari melakukan evaluasi tata kelola dan persiapan, tahun ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu bakal menyertakan teknologi baru untuk memperketat pengawasan.
Kabid Angkutan Dishub Kota Batu Hari Juni Sunsanto mengatakan, pihak Dishub kini tengah mematangkan persiapan teknis untuk memastikan layanan ini berjalan lebih optimal dibanding tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa secara kesiapan fisik, armada yang ada sudah siap diterjunkan ke lapangan.
Baca Juga : Pemkot Malang Siapkan Job Fit, Rotasi Eselon II Menunggu Rapor Kinerja
"Dilihat dari kebutuhan, seluruh armada siap beroperasi. Namun, saat ini kami masih menunggu dan memproses jadwal yang dikirimkan oleh masing-masing sekolah," ujar Hari saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Ia membenarkan bahwa pengembangan aplikasi absensi digital tengah dikembangkan dalam waktu dekat. Aplikasi ini nantinya wajib dimiliki oleh para sopir/driver dan akan terhubung langsung dengan kartu identitas (ID Card) khusus yang dibawa oleh setiap siswa.
Hari menyebut, sistem kerjanya diupayakan dapat digunakan mudah dan transparan. Saat siswa berangkat atau pulang sekolah, mereka cukup melakukan tapping kartu yang dihubungkan ponsel pengemudi.
"Rencananya manti siswa melakukan tap ke HP driver, notifikasinya akan langsung tersampaikan kepada wali murid dan wali kelas. Jadi, keberadaan siswa saat berangkat maupun pulang sekolah bisa terpantau secara real-time," jelasnya.
Hari menambahkan, aplikasi ini disebut menjadi upaya menjawab kebutuhan pengawasan yang lebih ketat di lapangan. Tidak hanya untuk memantau kedisiplinan siswa agar tidak membolos, sistem ini juga berfungsi mengontrol kinerja para pengemudi Apel Gratis.
Baca Juga : Angka Kemiskinan Turun 0,45 Persen, 6.220 Warga Kota Batu Masih Menyandang Status Prasejahtera
"Aplikasi ini menjadi salah satu upaya pengawasan bagi kedua belah pihak, baik siswa maupun driver itu sendiri," tambahnya.
Jika tidak ada kendala teknis, pengembangan dan implementasi sistem absensi digital ini diprediksi akan mulai berjalan pada medio Maret mendatang. Dengan adanya sistem ini, Dishub berharap layanan transportasi gratis di Kota Batu tidak hanya sekadar membantu biaya transportasi, tetapi juga menjamin keamanan dan ketertiban pelajar selama di perjalanan.
"Insya Allah mulai awal Maret (Aplikasi)," imbuh Hari Juni.
