JATIMTIMES - Kekhawatiran akan terjadinya banjir saat hujan turun masih menghantui masyarakat Kota Malang. Salah satunya warga di RW 4 Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru.
Di kawasan tersebut, banjir yang terjadi hampir menjadi langganan bagi warga setempat. Bukan tanpa alasan jika warga khawatir, sebab ketinggian banjir yang terjadi mencapai lebih dari 1 meter.
Baca Juga : Indonesia Siap Pimpin Dewan HAM PBB, Pigai Singgung Penanganan Kasus Venezuela
Tak hanya itu, dengan kondisi banjir tersebut, kerusakan barang warga pun juga menjadi permasalahan jika banjir surut. Mulai dari kasur, barang elektronik hingga meubeler seperti meja, kursi dan lemari.
Dari identifikasi yang dilakukan saat ini, banjir tersebut menyempitnya saluran drainase. Hal itu disebabkan adanya sejumlah bangunan yang berdiri menjorok ke drainase.
"Dari yang sebelumnya lebar drainase itu sekitar 1,5 meter, ada beberapa titik yang menyempit hingga sekitar 70 cm," ujar Rizal, salah satu warga sembari menunjukkan drainase yang menyempit.
Tak hanya itu, saat ini juga terdapat ruas jalan lingkungan yang berdiri tepat di atas drainase. Bak kontrol dan lubang resapan air pun nyatanya tak bisa berdampak banyak.
"Drainasenya sudah gak bisa nampung, imbasnya air meluap. Yang kami khawatirkan, ada plengsengan yang sudah mulai tergerus air. Nah, kalau drainasenya tertutup kan bahaya longsor," terang Rizal.
Yang memprihatinkan, lanjut Rizal, kondisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan, masalah tersebut tak kunjung rampung selama beberapa periode pergantian wali kota.
"Dulu yang sudah pernah meninjau itu Abah Anton dan Pak Sutiaji, tapi sampai sekarang juga tak kunjung ada ada realisasi," tegas Rizal.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Prioritaskan Penanganan Banjir Simo dan Tanjungsari pada 2026
Saat banjir terjadi, setidaknya ada hingga 10 rumah yang menjadi langganan terdampak. Bahkan terdapat salah satu rumah dengan bekas banjir yang tak dapat hilang.
Sementara itu menurut Wakil Ketua Komisi C, DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, kondisi yang terjadi di kawasan tersebut menjadi salah satu contoh banyaknya bangunan yang perlu ditertibkan karena berdiri menjorok atau bahkan di atas drainase.
"Jadi ini menjadi salah satu contoh ya, bagaimana kondisi bangunan yang berdiri di atas drainase bisa berdampak buruk. Ya memang, solusinya, bagaimana bisa mengembalikan fungsi drainase," ujar Dito saat meninjau RW 4 Kelurahan Lowokwaru.
Untuk itu selanjutnya, ia akan segera meneruskan laporan warga tersebut kepada perangkat daerah terkait, yakni Dinas PUPRPKP Kota Malang.
"Ini kan sudah disampaikan bahwa anggarannya semakin terbatas. Jadi yang paling bisa dilakukan ya harus menuntaskan masalahnya. Kembalikan fungsi drainase, tertibkan bangunan yang salah," pungkas Dito.
