JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar terus mendorong pembelajaran kontekstual berbasis dunia nyata. Salah satunya melalui kegiatan kuliah lapang mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis yang dilaksanakan di UMKM Frozen Food Oracio Store, Kota Blitar, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia usaha dan industri sejak di bangku kuliah.
Kuliah lapang tersebut diikuti mahasiswa bersama dosen pendamping, dengan fokus pada pengenalan langsung pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari manajemen operasional, pemasaran, hingga strategi pengembangan bisnis. UMKM yang menjadi lokasi studi adalah Oracio Store, usaha frozen food milik Anggun Masitoh, pelaku UMKM perempuan yang berhasil mengembangkan bisnis rumahan menjadi usaha berkelanjutan.
Baca Juga : Menaker Ungkap Data: 69% Leader Perusahaan Menolak Pelamar yang Tak Menguasai AI
Kaprodi Administrasi Bisnis Unisba Blitar, Hanik Amaria, S.Pd., M.E., mengatakan kuliah lapang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di ruang kelas dengan praktik nyata di lapangan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami konsep bisnis secara teoritis. Melalui kuliah lapang ini, mereka belajar langsung dari pelaku usaha tentang bagaimana bisnis dijalankan, tantangan yang dihadapi, dan strategi bertahan di tengah persaingan,” ujar Hanik Amaria.
Menurut Hanik, Oracio Store dipilih karena merepresentasikan UMKM yang tumbuh dari skala rumah tangga namun mampu berkembang secara konsisten melalui inovasi produk dan pemanfaatan pemasaran digital. Hal ini relevan dengan kompetensi yang dipelajari mahasiswa Administrasi Bisnis, khususnya dalam konteks kewirausahaan dan pengelolaan usaha kecil.
“Ada proses berbagi ilmu dan pengalaman antara mahasiswa dan pelaku UMKM. Ini sekaligus menjadi sarana meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menyiapkan diri merintis usaha setelah lulus,” kata Hanik.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis berdialog langsung dengan pemilik usaha mengenai proses membangun Oracio Store, mulai dari permodalan awal, strategi pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya usaha. Anggun Masitoh menjelaskan bahwa bisnisnya bermula dari aktivitas sederhana di rumah, dengan memanfaatkan freezer kulkas, sebelum kemudian berkembang dan memiliki beberapa unit freezer khusus.
Menariknya, Anggun merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unisba Blitar, Program Studi Ilmu Komunikasi, sehingga kegiatan kuliah lapang ini tidak hanya memperlihatkan kesinambungan antarprogram studi di lingkungan FISIP Unisba Blitar dalam mendukung penguatan kewirausahaan berbasis keilmuan, tetapi juga mencerminkan terjaganya hubungan yang baik dan berkelanjutan antara kampus dan para alumninya.
“Awalnya saya hanya menyimpan produk di freezer kulkas. Setelah pelanggan bertambah, baru berani beli freezer khusus dan menambah jenis produk,” ujar Anggun kepada mahasiswa.

Kini, Oracio Store menyediakan beragam produk frozen food, mulai dari sosis, bakso frozen, bahan grill, seafood, hingga ayam. Usaha tersebut juga membuka lapangan kerja dengan merekrut karyawan serta menjalin kerja sama dengan reseller lokal. Strategi pemasaran digital dan layanan antar menjadi kunci pertumbuhan usaha di tengah persaingan.
Baca Juga : Optimistis Kinerja Positif di Tahun 2026, Direksi Bank Jatim Borong Saham
Dosen pendamping kegiatan, Eko Adi Susilo, menilai kuliah lapang semacam ini penting untuk membangun cara pandang realistis mahasiswa terhadap dunia usaha.
“Mahasiswa bisa melihat bahwa membangun bisnis itu bertahap, butuh ketekunan, inovasi, dan keberanian mengambil keputusan. Ini pembelajaran yang tidak selalu bisa didapatkan dari buku teks,” ujarnya.
Ia menambahkan, interaksi langsung dengan pelaku UMKM juga memperkuat kepekaan sosial mahasiswa terhadap peran usaha kecil dalam pembangunan ekonomi daerah. UMKM, menurutnya, bukan hanya penggerak ekonomi, tetapi juga ruang belajar yang strategis bagi perguruan tinggi.
Kegiatan kuliah lapang ini sejalan dengan komitmen Unisba Blitar dalam mendukung link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha, sekaligus berkontribusi pada penguatan sektor UMKM lokal. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis lapangan, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.
“Kami ingin lulusan Administrasi Bisnis Unisba Blitar memiliki kompetensi praktis, jiwa wirausaha, dan kepekaan sosial. Kuliah lapang ini adalah salah satu instrumen untuk mencapai tujuan tersebut,” pungkas Hanik Amaria.
Dengan model pembelajaran seperti ini, Unisba Blitar menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendukung pembangunan ekonomi lokal melalui penguatan sumber daya manusia dan kolaborasi dengan UMKM.
