Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Gaya Hidup

Smile Line Sering Crack setelah Makeup? Teknik Ini Bisa Dicoba Tanpa Tambah Produk

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

16 - Sep - 2026, 20:43

Placeholder
Kondisi smile line sebelum dan sesudah. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Masalah makeup yang pecah atau menumpuk di area smile line kerap muncul beberapa jam setelah wajah selesai dirias. Kondisi ini biasanya membuat hasil makeup yang awalnya terlihat rapi berubah, terutama pada bagian lipatan di sekitar hidung hingga sudut bibir.

Makeup artist profesional Pao Hilda Afiani membagikan salah satu teknik yang biasa digunakan untuk menangani klien dengan smile line yang cukup dalam. Menariknya, teknik tersebut tidak membutuhkan tambahan produk makeup, melainkan lebih mengandalkan cara mengurangi penumpukan produk pada area lipatan wajah.

Baca Juga : KKN Unikama 2026 Tak Sekadar Kerja Bakti, Limbah Desa Diubah Jadi Sumber Nilai Ekonomi

Pao menjelaskan, smile line merupakan bagian kulit yang secara alami membentuk lipatan. Ketika produk makeup terlalu banyak berada di area tersebut, produk dapat masuk dan berkumpul di dalam lipatan sehingga membuat permukaan makeup tampak crack.

“Smile line itu kulit, ada yang berlipat ke dalam. Jadi makeup akan masuk ke lipatannya itu yang bikin kelihatan nge-crack di smile line,” kata Pao.

Menurut dia, salah satu langkah penting adalah mengurangi produk yang berada di area smile line. Hal itu dapat dilakukan sebelum menggunakan bedak dengan bantuan puff cushion atau puff makeup lainnya.

Puff tersebut dapat dilipat terlebih dahulu, kemudian digunakan untuk menepuk-nepuk area smile line secara perlahan. Tujuannya bukan menghapus seluruh makeup, melainkan mengurangi sisa produk yang terlalu banyak menumpuk di bagian lipatan.

“Jadi makeup-an seperti biasanya, sebelum bedakan, produk di bagian sini dikurangi dulu. Bisa pakai puff cushion atau puff apa saja, dilipat terus ditap-tap di situ,” jelasnya.

Setelah itu, proses penguncian makeup dengan bedak tetap bisa dilakukan seperti biasa. Namun, Pao menyarankan menggunakan kuas berukuran kecil dengan bulu yang cukup fluffy agar lebih mudah menjangkau area smile line.

Kemudian bedak diaplikasikan secara tipis menggunakan kuas tersebut. Pao menyebut kuas cukup diputar secara ringan dan tidak perlu memberikan tekanan berlebihan pada area yang memiliki lipatan.

Baca Juga : Orang Tua Wajib Tahu, 22 Platform Digital Ini Masuk Risiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi

“Terus pakai kuas yang fluffy tapi mini. Ambil bedaknya, putar agak mengambang untuk membersihkan sisa crack-nya. Sabar saja, pelan-pelan,” imbuhnya.

Teknik tersebut juga dapat dilakukan ketika smile line mulai terlihat crack setelah beberapa jam menggunakan makeup. Dengan kuas kecil, sisa produk yang berkumpul di dalam lipatan dapat dirapikan kembali secara perlahan tanpa harus menambahkan banyak produk baru.

Meski demikian, Pao mengingatkan bahwa teknik makeup tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Kondisi kulit, kedalaman lipatan wajah, jenis produk yang digunakan hingga teknik aplikasi makeup dapat memengaruhi hasil akhirnya.

“Ini tidak bisa aku jamin akan berhasil atau enggak di kamu, karena cocok-cocokan lagi. Tapi patut dicoba,” ungkap Pao.

Karena itu, kunci menangani makeup yang mudah crack di smile line bukan selalu dengan menambahkan produk. Mengontrol jumlah produk pada area lipatan dan merapikannya dengan teknik yang tepat juga dapat menjadi salah satu cara untuk membuat hasil makeup tetap terlihat lebih rapi.


Topik

Gaya Hidup Smile line makeup



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy