JATIMTIMES - Facial kerap dianggap sebagai salah satu perawatan wajib untuk membersihkan komedo. Bahkan, ada anggapan bahwa facial perlu dilakukan setiap bulan agar komedo tidak kembali muncul.
Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Facial atau ekstraksi komedo pada dasarnya dilakukan ketika komedo sudah menumpuk dan terlihat jelas, bukan sebagai rutinitas yang wajib dilakukan setiap bulan.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Sabtu Kliwon 5 September 2026: Rezeki Lumintu
Skincare educator sekaligus dokter, dr Giovanni Mustopo, menjelaskan facial lebih tepat dilakukan sesuai kebutuhan kondisi kulit. Terutama ketika komedo sudah cukup banyak dan membutuhkan tindakan ekstraksi.
“Facial dilakukan saat komedo sudah menumpuk dan terlihat jelas. Bukan berarti facial harus dilakukan setiap bulan,” jelasnya.
Menurut dia, facial juga bukan solusi utama untuk mencegah komedo muncul kembali. Setelah proses ekstraksi, kondisi kulit justru membutuhkan perhatian lebih karena skin barrier dapat mengalami gangguan.
Ekstraksi komedo juga membuat kulit berada dalam kondisi yang lebih rentan sehingga perlu dijaga setelah melakukan perawatan. “Setelah facial, pori-pori perlu dijaga. Skin barrier biasanya akan cukup terganggu karena proses ekstraksi,” imbuh dokter Gio.
Karena itu, ia mengimbau agar tidak langsung melakukan aktivitas yang membuat wajah terpapar kotoran setelah menjalani facial. Kondisi kulit yang masih sensitif dapat meningkatkan risiko munculnya masalah baru apabila tidak dirawat dengan baik.
“Jangan sampai setelah facial kamu pulang lalu melakukan aktivitas di tempat yang kotor. Ini bisa membuat kulit lebih mudah berjerawat karena skin barrier sedang kurang baik,” tambahnya.
Lantas, bagaimana agar komedo tidak mudah kembali? Ia menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rutinitas perawatan kulit. Salah satunya adalah mengontrol produksi minyak wajah.
Minyak berlebih dapat berkontribusi terhadap terbentuknya sumbatan pada pori-pori. Karena itu, penggunaan produk skincare yang membantu mengontrol minyak dapat menjadi bagian dari perawatan, seperti produk dengan kandungan retinal, salicylic acid, maupun niacinamide.
“Kontrol minyak wajah merupakan salah satu langkah paling penting supaya komedo tidak mudah muncul kembali,” tegas dokter Gio.
Selain mengontrol minyak, pencegahan penyumbatan pori juga menjadi bagian penting. Sebab, pori-pori yang tersumbat merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan terbentuknya komedo.
Baca Juga : Cara Top Up ML Anti Ribet, Diamond Masuk dalam Hitungan Menit
Perawatan eksfoliasi dapat dilakukan untuk membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi frekuensinya perlu disesuaikan dengan kondisi dan toleransi kulit. Salah satu pilihan yang disebutkan adalah penggunaan peeling serum sekitar satu hingga dua minggu sekali.
Kebersihan wajah juga tetap menjadi dasar. Membersihkan wajah dengan benar membantu mengurangi penumpukan minyak, kotoran, dan residu yang dapat berkontribusi terhadap penyumbatan pori.
“Kuncinya bukan sekadar mengeluarkan komedo yang sudah muncul, tetapi mencegah pori-pori kembali tersumbat,” terang dokter Gio.
Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak menganggap kulit seperti kendaraan yang membutuhkan jadwal servis rutin. Facial tidak otomatis harus dilakukan setiap bulan hanya karena sudah memasuki waktu tertentu.
“Kulit itu bukan seperti servis mobil yang harus dilakukan setiap enam bulan. Facial dilakukan ketika memang diperlukan, bukan karena wajib setiap bulan,” ucap dokter Gio.
Dengan demikian, facial dapat menjadi salah satu tindakan untuk menangani komedo yang sudah terlihat dan menumpuk. Sementara untuk menjaga agar komedo tidak cepat kembali, perhatian justru perlu diberikan pada rutinitas skincare yang sesuai, kebersihan wajah, pengendalian minyak, serta pencegahan pori tersumbat.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau kulit dirawat dengan benar, konsisten menggunakan skincare yang tepat, menjaga pola hidup sehat, dan sabar, komedo bisa lebih terkontrol,” tutupnya.
