Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

745 Kafilah Ikuti MTQ 2026, Wali Kota Blitar Perkuat Generasi Qurani Menuju Kota Masa Depan

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

15 - Sep - 2026, 15:45

Placeholder
Mewakili Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, Pj Sekretaris Daerah Kota Blitar Tri Iman Prasetyono memukul beduk sebagai tanda dibukanya MTQ Tingkat Kota Blitar 2026 di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Selasa (15/9/2026). MTQ tahun ini diikuti 745 kafilah.(Foto: Dani Elang Sakti/Mahardhika FM)

JATIMTIMES – Sebanyak 745 kafilah mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Kota Blitar 2026. Kompetisi yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Ulum pada 15–17 September 2026 itu menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Blitar membangun generasi Qurani sekaligus menjaring talenta terbaik untuk dipersiapkan menuju kompetisi tingkat Jawa Timur.

MTQ dibuka Selasa (15/9/2026). Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menegaskan, musabaqah tidak boleh berhenti sebagai arena mencari juara. Lebih jauh, MTQ harus menjadi ruang pembentukan sumber daya manusia yang cerdas sekaligus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.

Baca Juga : Prodi S1 Pendidikan Tata Busana UM Gelar Trendversity 2026 Guna Akselerasi Pendidikan Vokasi dan Inovasi Fashion Berkelanjutan

Pesan tersebut disampaikan Mas Ibin melalui sambutan yang dibacakan Pj Sekretaris Daerah Kota Blitar Tri Iman Prasetyono saat membuka kegiatan.

“MTQ memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas dan sehat, tetapi juga beriman, berakhlakul karimah, memiliki nilai-nilai peradaban yang luhur, serta menjunjung tinggi kerukunan di tengah kebhinnekaan,” kata Mas Ibin.

Menurut dia, karakter tersebut menjadi salah satu fondasi untuk mewujudkan Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju Kota Masa Depan.

Al-Qur'an sebagai Fondasi Generasi Masa Depan

Ibin

Mas Ibin menilai tantangan generasi muda semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Tidak semua informasi yang diterima membawa nilai positif. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kekuatan karakter.

“Mempelajari Al-Qur'an tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca dengan indah saja. Kalian harus mampu memahami maknanya, mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikannya fondasi karakter,” ujarnya.

Pemkot Blitar berharap MTQ melahirkan qari dan qariah serta hafiz dan hafizah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Blitar Gigih Mardana mengatakan, sebanyak 745 kafilah yang lolos seleksi administrasi berasal dari pondok pesantren, madrasah diniyah, TPQ, sekolah, dan madrasah di Kota Blitar.

MTQ tahun ini mempertandingkan sembilan cabang dalam 18 golongan, antara lain Tartil Qur'an, Tilawah, Hifdzil Qur'an, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, dan Khattil Qur'an. Dua cabang baru juga mulai dipertandingkan, yakni Qira'ah Sab'ah dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ).

“Alhamdulillah, tahun ini ada 745 kafilah yang telah lolos seleksi administrasi. Ada sembilan cabang dengan 18 golongan yang dipertandingkan, termasuk dua cabang baru, yaitu Qira'ah Sab'ah dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an,” kata Gigih.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, penilaian dipercayakan kepada 27 dewan hakim yang memiliki keahlian sesuai cabang masing-masing. Seluruh dewan hakim juga telah menandatangani pakta integritas sebagai komitmen menjaga penilaian yang objektif, adil, dan independen.

Pembinaan Berlanjut Menuju MTQ Jawa Timur 2027

MTQ

Kompetisi tingkat kota bukan akhir proses. Para juara akan masuk dalam pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan kafilah Kota Blitar menghadapi MTQ XXXII Tingkat Provinsi Jawa Timur 2027 di Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga : Update iOS 27 Resmi Rilis, Ini 33 iPhone yang Bisa Download

Gigih menjelaskan, juara pertama tidak otomatis menjadi wakil Kota Blitar di tingkat provinsi. Juara pertama, kedua, dan ketiga masih harus menjalani pembinaan dan latih tanding selama kurang lebih satu tahun. Dari proses tersebut, kafilah terbaik akan dipilih untuk membawa nama Kota Blitar.

“Juara satu tidak otomatis menjadi perwakilan MTQ Kota Blitar di MTQ Provinsi Jawa Timur. Para juara satu, dua, dan tiga akan kita bina lebih lanjut. Dari hasil pembinaan dan latih tanding selama kurang lebih satu tahun, akan dipilih kafilah terbaik yang mewakili Kota Blitar,” kata Gigih.

MTQ 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menyongsong Hari Santri Nasional. Kegiatan keagamaan ini sekaligus memberi ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebanyak 21 UMKM mengikuti pameran yang terdiri atas UMKM pondok pesantren, perwakilan Koperasi Kelurahan Merah Putih, serta UMKM Kelurahan Bendo.

Gigih mengatakan, pelaksanaan MTQ ditopang kolaborasi berbagai pihak, mulai jajaran OPD Pemkot Blitar, Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, para alim ulama, BAZNAS Kota Blitar, hingga keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Ulum.

“Terima kasih kepada jajaran OPD di Pemerintah Kota Blitar, Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, para alim ulama, dan khususnya BAZNAS Kota Blitar yang telah luar biasa mendukung kegiatan MTQ tahun ini,” ujar Gigih. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Ulum yang mendukung pelaksanaan MTQ.

Pembinaan berkelanjutan itu sejalan dengan pesan Mas Ibin agar MTQ tidak berhenti ketika perlombaan selesai. LPTQ, Kementerian Agama, sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan para pembina diminta terus bersinergi menemukan serta mengembangkan talenta terbaik Kota Blitar.

“Kita ingin potensi-potensi terbaik Kota Blitar ditemukan, dibina, dan dipersiapkan dengan baik untuk berprestasi pada jenjang yang lebih tinggi,” kata Mas Ibin.

Bagi Mas Ibin, ukuran keberhasilan MTQ pada akhirnya bukan semata jumlah piala. Ajang ini harus meninggalkan dampak yang lebih panjang: tumbuhnya generasi yang menjadikan nilai Al-Qur'an sebagai bagian dari karakter dan kehidupan sehari-hari.

“MTQ ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih juara atau memperebutkan piala. Lebih dari itu, MTQ adalah ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur'an dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di Kota Blitar yang kita cintai ini,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan mtq wali kota blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana