JATIMTIMES – Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Surabaya terus bertransformasi. Tak sekadar menjadi pusat penyerapan aspirasi dan agenda legislatif, kantor wakil rakyat ini kini disiapkan menjadi pusat inovasi publik yang responsif, terbuka, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda Setwan Learning Series ke-10 bertajuk "Place Branding: Turning Opportunity into Public Impact" yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026). Program pengembangan kapasitas aparatur ini digagas langsung oleh Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro, yang hadir mendampingi jalannya kegiatan.
Baca Juga : Ade Herawanto Dapat Mandat Pimpin KTI Jawa Timur, Malang Bersiap Jadi Pusat Kebangkitan Tinju
Acara yang dilaksanakan secara hibrida (daring dan luring) ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Jatim M. Musyafak Rouf, serta Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim Pranaya Yudha Mahardhika. Selain jajaran internal Sekretariat Dewan dan OPD Pemprov Jatim, agenda ini turut diikuti oleh perwakilan dari Sekretariat DPRD Kabupaten/Kota se-Jatim.
Menghadirkan pakar pemasaran nasional Hermawan Kartajaya sebagai narasumber utama, forum ini bertujuan membekali jajaran aparatur dengan orientasi entrepreneurship dalam mengelola potensi daerah dan pelayanan publik.
Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Jatim, Ariful Bhuana, menyampaikan bahwa keberlanjutan program Setwan Learning Series menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang seluruh pegawai di lingkungan dewan.
"Kami ingin merubah paradigma cara berpikir seluruh karyawan-karyawati di Sekretariat Dewan. Bagaimana kita bisa mengaktualisasikan diri dan menangkap peluang, terutama dari sudut pandang entrepreneurship untuk mengisi kegiatan positif di Jawa Timur," ujar Ariful kepada awak media.
Ia menambahkan, pembekalan ini diharapkan mampu mendorong pegawai untuk lebih peka melihat tantangan publik sebagai peluang inovasi pelayanan.
Salah satu bentuk konkret penerapan konsep place branding dan tanggap peluang di Kompleks DPRD Jatim adalah hadirnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Fasilitas ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan pengisian daya mobil listrik di wilayah Surabaya bagian utara yang ketersediaannya masih sangat terbatas.
Baca Juga : El Rastra Cup 2026 Jadi Panggung Pembuktian Talenta Muda Voli Jawa Timur
Langkah ini juga diproyeksikan sebagai pilot project pemanfaatan aset daerah yang dapat direplikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Melalui skema kerja sama pemanfaatan lahan dengan penyedia infrastruktur, keberadaan SPKLU berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Jika OPD-OPD di berbagai wilayah ikut memasang fasilitas serupa, tentu ada potensi tambahan PAD dari sektor pemanfaatan aset," jelas mantan Sekretaris Dinas ESDM Jatim itu.
Saat ini seluruh ornamen dan perangkat fisik SPKLU di area gedung dewan telah terpasang rapi. Peluncuran resmi (launching) akan segera dilangsungkan dalam waktu dekat berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Jatim dan Sekretaris DPRD.
