MALANGTIMES - Sejak puluhan tahun PT Freeport melakukan eksplorasi dan eksploitasi tambang, ternyata hanya memberikan kontribusi kecil ke APBN setiap tahunnya, yakni tidak sampai 10 persen. Tentunya hal ini sangat disayangkan banyak pihak.
Baca Juga : Menghilang, Satu Pendaki Gunung Panderman Ditemukan Tewas, Saksi Sebut Seperti Kesurupan
Termaksud aksi yang digelar Forum Kerja Sama dan Komunikasi Mahasiswa Ilmu Pemerintah se-Indonesia (Fokkermapi), di depan Balai Kota Malang, Jumat (27/11/2015) siang.
Koordinator aksi, Riyandi Barmawi mengatakan seharusnya lahan tambang emas yang saat ini dikelola PT Freeport dapat dikelolah masyarakat Indonesia sendiri, terutama masyarakat daerah Papua. "Candangan emas kita sudah sangat sedikit. Padahal Jika dikelola sendiri, lahan tambang Mampu menaikan nilai rupiah," ujar Riyandi.
Menurutnya, jika sudah diolah oleh negara sendiri, kesejahteraan masyarakat akan terus membaik. "Masyarakat papua sebagian mengandalkan pendapatan dari PT Freeport dengan gajih yang seadaanya.
Baca Juga : Bantuan Dana Dampak Covid-19 Bagi Sopir di Kabupaten Malang Segera Cair
Mereka berkerja untuk orang asing di tanah kelahirannya sendiri, sangat miris," ujarnya.
Dia berharap, pemerintah bisa mengambil alih pengelolahan lahan tambang emas di Papua. "Hentikan pihak-pihak kapitalis yang terus mengeruk sumber daya alam Indonesia. Pemerintah harus bijak untuk berani mengelola lahan tambang di papua," tutupnya. (*)
