Hasil Simulasi Vaksinasi, Sekda Kabupaten Malang Minta Ada Jeda Waktu Menenangkan Diri

Jan 28, 2021 17:09
Petugas ketika melakukan pendataan sesaat setelah 7 ribu vial vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Malang, Senin (25/1/2021). (Foto : Istimewa)
Petugas ketika melakukan pendataan sesaat setelah 7 ribu vial vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Malang, Senin (25/1/2021). (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan pencanangan vaksinasi Covid-19 yang diagendakan bakal dilangsungkan Sabtu (28/1/2021) siap dilaksanakan.

Kepastian itu, diterangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, diperoleh setelah pihak yang dilibatkan dalam tahap vaksinasi melakukan simulasi, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga : Pemkab Malang Upayakan Warga bukan Peserta BPJS Divaksin Sinovac

”Kemarin kita sudah lakukan simulasi (pencanangan Vaksinasi Covid-19), dan sempat saya tanyakan terkait keberadaan beberapa meja,” jelasnya.

Untuk diketahui, seperti yang telah disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo, yang telah dimuat dalam pemberitaan sebelumnya, akan ada 4 meja yang dipersiapkan saat vaksinasi.

Penjabarannya, meja pertama registrasi, meja ke-2 skrining kembali, meja ke-3 proses penyuntikan vaksin, dan meja ke-4 adalah untuk observasi.

”Terutama di meja 1, untuk peserta (vaksinasi) saya minta ada dari pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ikut terlibat langsung. Jadi tidak hanya dari RSUD Kanjuruan atau Dinkes saja,“ jelas Sekda Kabupaten Malang.

Selain memberi catatan di prosedural yang dilakukan pada meja 1, Wahyu juga meminta agar proses skrining yang dilakukan di meja ke-2 ada jeda waktunya.

”Catatan selanjutnya, untuk skrining di meja 2 itu pada saat terjadi desak-desakan (antrean, red) dikhawatirkan dapat memicu tensi tinggi. Oleh karena itu, kemarin saya meminta agar ada jeda waktunya,” imbuhnya.

Terbukti, diceritakan Wahyu, usai memikirkan skema pencanangan pada saat simulasi kemarin, pihaknya mengku mendadak tensinya menjadi tinggi.

Baca Juga : Musrenbang Anak, Kota Malang Perkuat Komitmen Sebagai Kota Layak Anak

”Seperti saya kemarin, kita habis mikir ini (simulasi) kemudian saya masuk skrining dari yang semula tidak pernah tensi tinggi, waktu dites ke sana ternyata tensinya jadi tinggi,” paparnya.

Hingga akhirnya, lanjut Wahyu, pihaknya disarankan oleh petugas medis untuk lebih tenang sebelum akhirnya dites ulang. ”Akhirnya saya disuruh tenang, hasilnya (tensinya) turun. Nah, hal seperti itu kan juga bisa berakibat pada orang yang sebenarnya tensinya normal,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang ini, meminta agar sesaat sebelum diskrining ada jeda waktu untuk menenangkan diri.

”Bisa jadi sebelum nanti akan diskrining mereka (calon penerima vaksin) kita minta agar jangan langsung, tapi ada waktu jeda biar tenang dulu,” pungkasnya.

Topik
Vaksin Covid 19vaksin sinovacVaksinasi Covid 19vaksinasi kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru