Musrenbang Lansia, Wujudkan Lansia di Kota Malang yang Lebih Berdaya

Jan 27, 2021 13:18
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kiri) saat mengisi Musrenbang Lansia di NCC Balai Kota Malang, Rabu (27/1/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (dua dari kiri) saat mengisi Musrenbang Lansia di NCC Balai Kota Malang, Rabu (27/1/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Warga lanjut usia (Lansia) menjadi salah satu yang dilibatkan untuk kemajuan pembangunan daerah di Kota Malang.

Hal tersebut dibahas dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Lansia Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2022 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, di NCC Balai Kota Malang, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga : Gelar Musrenbang, Bappeda Ajak Disabilitas Jadi Agen Pembangunan Kota Malang

 

Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu mengungkapkan melalui kegiatan tersebut peran serta Lansia diharapkan mampu memberikan sumbangsih saran dan masukan dalam perencanaan pembangunan di Kota Malang.

"Sehingga perumusan dalam usulan kegiatan prioritas terhadap kesejahteraan lansia bisa ditampung. Termasuk masuk dalam penyusunan RKPD Kota Malang tahun 2022," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menambahkan kondisi lansia menjadi yang paling utama untuk diperhatikan. Terlebih, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Sehingga, adanya kegiatan tersebut bisa secara optimal menyerap usulan dari para lansia. Di mana, saat ini, prioritas itu difokuskan pada kesehatan dari lansia itu sendiri.

"Prioritas kita bagaimana menyelamatkan kesehatan lansia, baru bagaimana memikirkan kualitas peningkatan lansia itu sendiri menuju peningkatan kesejahteraan dan produktifitas Lansia di Kota Malang. Yang pada akhirnya angka harapan hidup lansia naik, dan Malang menjadi Kota Ramah Lansia," ungkapnya.

Dalam hal ini Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia)  Kota Malang ini menambahkan keterlibatan dari komunitas-komunitas lansia di Kota Malang dinilai sangat membantu dalam perkembangan lansia. Salah satunya, berkaitan dengan edukasi terhadap lansia.

"Sehingga hari demi hari kondisi daripada lansia dari waktu ke waktu semakin bagus. Seperti adanya kegiatan-kegiatan yang bersifat edukasi maupun kegiatan yang langsung dirasakan oleh lansia kita. Terutama di bidang kesehatan," katanya.

Baca Juga : Musrenbang Anak, Kota Malang Perkuat Komitmen Sebagai Kota Layak Anak

 

Lebih jauh, Wali Kota Malang Sutiaji mengharapkan lansia di Kota Malang semakin berdaya. Dalam artian, mereka masih aktif untuk menggali potensi dan pengalaman dalam berkegiatan yang akan mampu meningkatkan angka harapan hidup mereka.

Saat ini di Kota Malang, angka harapan hidup berada diusia 73 tahun. Usia ini dinilai mampu untuk terus ditingkatkan hingga 90 atau 100 tahun. Salah satu acuannya, dengan menguatkan program Posyandu Lansia di seluruh wilayah Kota Malang.

"Kita berdayakan lansia, saya memang tidak sepakat kalau di Kota Malang itu banyak Panti Jompo. Dengan Posyandu Lansia untuk beraktifitas, Insya Allah Kota Malang akan menjadi role model bagaimana yang namanya lansia tetap berdaya dan bermakna," paparnya.

Melalui Musrenbang ini, lanjut Sutiaji maka permasalahan-permasalahan yang dialami Lansia bisa terinventarisir yang mana nantinya masuk dalam kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

"Kami minta minta melalui forum Musrenbang Tematik ini, tolong inventarisir masalah-masalah semuanya. Karena panjenengan (Lansia) yang paham tentang apa yang harus dimasukkan dalam kebijakan ke Kota Malang," pungkasnya.

Topik
Bappeda Kota Malang Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu musrenbang tematik kota malang musrenbang lansia kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru