UB Kumpulkan 340 Guru dan Kasek Se-Jatim, Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Jan 20, 2021 15:10
Heri Prawoto Widodo (kiri) sebagai koordinator bagian perencanaan akademik dan kerja sama dan  Kotok Gurito sebagai sub-koordinator kearsipan dan humas. (Ist)
Heri Prawoto Widodo (kiri) sebagai koordinator bagian perencanaan akademik dan kerja sama dan Kotok Gurito sebagai sub-koordinator kearsipan dan humas. (Ist)

Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Sosialisasi SNMPTN, UTBK-SBMPTN, Mandiri dan Vokasi 2021 melalui Zoom Meeting, Rabu (10/1/2021). Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk persiapan seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Dalam sosialisasi tersebut, 340 guru bimbingan konseling (BK) maupun kepala sekolah di Jawa Timur,  baik SMA, SMK, MA  negeri maupun swasta, hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga : Permudah Guru saat Pembelajaran, Dosen Unikama Terapkan Hybrid Learning

Zoom Meeting itb,turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Aulani'am yang membuka kegiatan acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan mekanisme pendaftaran dan penjelasan penerimaan di Universitas Brawijaya secara lengkap agar memberikan pemahaman lebih baik kepada  calon mahasiswa dan orang tuanya.

Aulani’am juga menekankan pentingnya tali silaturahmi dengan pihak sekolah. “Pada kesempatan ini, kami dari Universitas Brawijaya sangat berharap tali silaturahmi dan komunikasi intensif dengan Bapak Ibu terus kita tingkatkan dan menjadikan UB pilihan utama dari siswa siswi terbaik  Bapak Ibu semua," ucap  Aul, sapaan akrab wakil rektor bidang akademik tersebut.

Sementara itu, mengenai sosialisasi penerimaan mahasiswa baru, Kotok Gurito SE sebagai sub-koordinator kearsipan dan humas menyampaikan materi tentang informasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi Negeri oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

LTMPT merupakan, lembaga yang 
mengelola data calon mahasiswa untuk penyelenggara tes masuk perguruan tinggi yang tetap, kredibel, proporsional, efisien dan efektif. Tujuannya membantu perguruan tinggi memperoleh mahasiswa sesuai hasil dengan nilai akademik dan prestasi lainnya, termasuk SNMPTN dan juga melalui ujian tulis berbasis komputer (UTBK).

"LTMPT mempunyai tugas yang berat. Tugas utamanya adalah menyangkut penerimaan mahasiswa baru. Jalur masuk mahasiswa sendiri ada tiga, yakni SNMPTN, UTBK-SBMPTN, seleksi mandiri," jelas Kotok.

Menurut dia, LTMPT melakukan pengembangan, tes mausk dengan mengikuti perkembangan, yakni melalui UTBK. Model tes dan seleksi mengacu pada prinsip adilz transparan, fleksibel, efisien dan akuntabel. "Jalur SNMPTN, perguruan tinggi menetapkan kuaota 20 persen. Jalur SBMPTN kuota 40 persen dan seleksi mandiri maksimal 30 persen," jelasnya.

Sistem LTMPT menegaskan adanya single sign on (SSO). Jadi, setiap peserta harus melakukan registrasi di sistem LTMPT melalui website resmi LTMPT. Di itu peserta  mengisi pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) oleh sekolah, melakukan pendaftaran SNMPTN dan juga mendaftar UTBK SBMPTN.

"Registrasi akun mulai 4 Januari sampai 1 Februari 2021 dan registrasi akun UTBK dan SBMPTN mulai  7 Februari sampai 12 Maret 2021," terangnya.

PDSS ini berisi data rekam jejak sekolah dan raport dari siswa yang memenuhi kriteria dan layak untuk mendaftar. PDSS harus mengakomodasi  kurikulum nasional 2006, kurikulum KTSP dan kurikulum 2013 dan tentang kurikulum sistem paket dan SKS.  Sekolah yang tidak menggunakan kurikulum tersebut tidak dapat untuk mendaftar PDSS.

Baca Juga : Dorong Pengembangan SDM di UIN Malang, Rektor UIN Dorong Tenaga Pendidik Lanjutkan Studi

"Tahun ini PDSS mengakomodasi  perbedaan kurikulum anatra semester genap dan semester ganjil. Pengisian PDSS dilakukan oleh sekolah, sehingga bila ada kesalahan data, maka jadi tanggungjawab sekolah. Maka ini perlu perhatian khusus dari sekolah," jelasnya.

Untuk SNMPTN, terdapat juga persyaratan sekolah, persyaratan peserta dan program studi. Untuk persyaratan sekolah, sekolah harus memiliki nomor pokok sekolah nasional (NPSN). Ketentuan akreditasi  juga menjadi syarat. Untuk akreditasi A,  40 persen, akreditasi B 20 persen, dan sekolah akreditasi C lima persen.

 Kemudian persyaratan siswa, memenuhi kriteria yang telah ditentukan, sisswa harus memiliki NISN, terdaftar di PDSS,memiliki rapor dari semester 1 sampai 5 yang telah diisi pada PDSS, peserta yang memilih program bidang seni dan olahraga dan wajib mengunggah portofolio.

Setiap siswa bisa mengisi  pilihan program studi dari satu PTN maupun dua PTN. Dan jika memilih dua  program studi, salah satu PTN harus sama wilayah asalnya dengan sekolah siswa. Dan disarankan tidak lintas minat.

Sementara itu,  pendaftaran dan seleksi mandiri dan vokasi UB biasanya diselenggarakan setelah hasil SBMPTN diumumkan. Informasi mengenai pendaftaran seleksi jalur mandiri dan vokasi akan diumumkan melalui laman: selma.ub.ac.id. selain itu, daftar ulang bagi mahasiswa yang telah diterima baik jalur SNMPTN maupun SBMPTN, akan ditentukan lebih lanjut melalui laman: selma.ub.ac.id.

 

Topik
Universitas Brawijaya Penerimaan mahasiswa baru

Berita Lainnya

Berita

Terbaru