Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Proses pendistribusian vaksin Covid-19 di Kota Malang hingga kini masih berprogres. Mulai dari tahap prioritas yang akan dilakukan kepada para Tenaga Kesehatan (Nakes), juga pendataan untuk warga Kota Malang.

Hingga saat ini, setidaknya telah tercatat sebanyak 571.098 warga Kota Malang disiapkan untuk dilakukan vaksinasi. Namun, dari jumlah tersebut, nantinya tetap masih disesuaikan dengan syarat utama penerima vaksin.

Baca Juga : Tiba di Surabaya, Pemkab Malang Siapkan Cold Storage untuk Penyimpanan Vaksin Covid-19

"Vaksin Sinovac ini kan memberi batasan untuk usia 19 tahun sampai 59 tahun. Untuk penduduk di Kota Malang itu jumlahnya 571.098 orang. Data ini yang sesuai standar untuk bisa divaksin," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni, saat ditemui siang ini, Senin (11/1/2021).

Nantinya, dari jumlah data tersebut, ketentuan pastinya masih menunggu sinkronisasi data dari pemerintah pusat. Di mana, akan diverifikasi terkait kondisi kesehatan dari masing-masing perorangan.

"Data itu akan disinkronkan dengan data di BPJS Kesehatan, terkait data kesehatan masing-masing orang. Nanti, dari 500 sekian itu siapa yang berhak akan mendapat sms khusus dari pusat. Apakah dia yang punya penyakit penyerta, apakah hamil, itu mekanismenya tidak bisa divaksinasi," imbuhnya.

Sementara, untuk prioritas penerima vaksin pertama yakni bagi sekitar 7 ribu Nakes di Kota Malang hingga saat ini pendataan terus dilakukan. Progres tersebut, dikatakannya dengan melakukan input oleh masing-masing Fasyankes (Fasilitas Layanan Kesehatan) ke SISDMK (sistem informasi sumber daya manusia kesehatan).

Baca Juga : Tahun 2020, Sebanyak 91 Orang Pecandu di Rehabilitasi oleh BNN Kabupaten Malang

"Jadi nanti diupdate di situ. Nah kita di Dinas Kesehatan Kota Malang untuk seluruh fasilitas layanan kesehatan kita berikan akun untuk mengupdate data nakes dan penunjang tenaga kesehatan (petugas administrasi hingga driver yang bekerja di layanan kesehatan) ke SISDMK masing-masing. Saat ini yang terupdate yang sudah lengkap sekitar 7 ribu dari sekitar 13-14 ribu Nakes," ungkapnya.

Sebagai informasi, proses vaksinasi akan mulai dilakukan secara nasional pada 13 Januari mendatang. Sementara, di setiap daerah akan dimulai pada 14 dan 15 Januari 2021.