Tahun 2020, Sebanyak 91 Orang Pecandu di Rehabilitasi oleh BNN Kabupaten Malang

Dec 28, 2020 16:37
Kepala BNN Kabupaten Malang, Lektol Laut PM Candra Hermawan saat menggelar konferensi pers akhir tahun 2020 di Kantor BNN Kabupaten Malang, Senin (28/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Kepala BNN Kabupaten Malang, Lektol Laut PM Candra Hermawan saat menggelar konferensi pers akhir tahun 2020 di Kantor BNN Kabupaten Malang, Senin (28/12/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Sepanjang tahun 2020, BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang mencatat bahwa terdapat sebanyak 91 orang pecandu telah dilakukan proses rehabilitasi di beberapa tempat yang sudah disediakan. 

Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut PM Candra Hermawan, mengatakan, bahwa dari 91 orang pecandu yang saat ini sedang melalui proses masa rehabilitasi, sebagian besar merupakan laki-laki dan ditempatkan di lima lokasi rehabilitasi yang berbeda. 

Baca Juga : Nataru, Pemkab Malang Siapkan Stok Rapid Test Antigen Sebanyak 15 Ribu

"Di tahun 2020 sebanyak 91 pecandu yang terdiri dari lima pecandu perempuan dan 86 pecandu laki-laki. Untuk rehabilitasi, di Klinik Pratama BNN Kabupaten Malang 32 orang, RSJ Lawang 38 orang, HMC Dau 13 orang, Puskesmas Gondanglegi 7 pecandu dan Pesantren Rakyat Sumberpucung 1 pecandu," jelasnya, Senin (28/12/2020). 

Candra mengatakan, bahwa dari 91 orang yang direhabilitasi tersebut paling banyak berusia 19 hingga 30 tahun dengan jumlah 49 orang pecandu. 

"Usia kurang di bawah 20 tahun sebanyak 20 orang pecandu dan usia lebih dari 30 tahun berjumlah 22 orang pecandu," terangnya. 

Namun jika dilihat dari status sosialnya, dari 91 orang pecandu tersebut sebanyak 71 orang berstatus pekerja, 18 orang berstatus pelajar atau mahasiswa dan dua orang berstatus pengangguran atau tidak bekerja. 

"Untuk pelaksanaan pengungkapan kasus narkotika di tahun 2020 BNN Kabupaten Malang berhasil ungkap kasus 1 orang dengan barang bukti 70 butir ekstasi berinisial OA dan sudah P21," jelasnya. 

Lanjut Candra, bahwa 32 orang yang direhabilitasi tersebut semuanya menyerahkan diri karena berada dalam kondisi kecanduan narkoba. Dikatakan Candra, bahwa capaian 32 orang tersebut telah melampaui target dari BNN pusat. 

"Jumlah itu sebetulnya sudah melebihi target kami selama tahun 2020. Karena target kami sebenarnya sebanyak 25 orang," tuturnya. 

Baca Juga : Bupati Malang Sanusi Terima Penghargaan IGA 2020, Jadi Kabupaten Terinovatif

Sementara itu, Candra menambahkan, bahwa terkait pembagian tahapan penanganan terhadap orang-orang yang terjerumus dalam lembah hitam peredaran narkoba yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Malang. 

"Jika pecandu tersebut termasuk korban penyalahgunaan narkoba dengan menyerahkan diri akan dilakukan rehabilitasi tanpa proses hukum. Namun jika tertangkap tangan saat menggunakan narkoba, akan direhabilitasi di Lapas (lembaga pemasyarakatan, red) dan jika tertangkap sebagai pengedar narkoba akan dipenjara tanpa direhabilitasi," jelasnya. 

Candra berharap sinergitas antara seluruh lembaga intansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat terus terjalin dan dapat bahu-membahu untuk melakukan pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. 

"Menggiatkan terus sosialisasi terhadap masyarakat luas terkait bahayanya narkoba yang akan merusak masa depan bangsa," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
BNN Kabupaten MalangPecandu NarkobaRehabilitasi pecandu narkobaberita kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru