ITN Malang Raih AKU, Peringkat Terbaik Kategori Institut

Dec 11, 2020 13:17
Kepala LLDikti Wilayah VII Jatim, Prof Dr Ir Soeprapto saat memberikan piala AKU ke Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Ir Fourry Handoko ST SS MT PhD IPU (paling kanan). (Foto: istimewa)
Kepala LLDikti Wilayah VII Jatim, Prof Dr Ir Soeprapto saat memberikan piala AKU ke Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Ir Fourry Handoko ST SS MT PhD IPU (paling kanan). (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur kembali memberikan anugerah kepada perguruan tinggi di Jawa Timur melalui Anugerah Kampus Unggul (AKU) 2020. 

Istimewanya, dari 328 perguruan tinggi swasta di seluruh Jawa Timur, satu perguruan tinggi dari kota Malang meraih peringkat 1 untuk kategori Institut. Perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Baca Juga : Moringa Milk, Ide Bisnis Cemerlang Mahasiswa Unikama yang Raih Juara 3 Tingkat Nasional

 

"Institut Teknologi Nasional Malang mendapat penghargaan Anugerah Kampus Unggul (AKU) 2020, nomor satu di tingkat atau kategori institut," ujar Wakil Rektor I Bidang Kurikulum ITN Malang Dr F Yudi Limpraptono ST MT dalam konferensi pers, Jumat (11/12/2020).

Untuk peringkat kedua kategori institut diperoleh Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Sedangkan untuk peringkat ketiga adalah Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia.

Sebagai informasi, piala AKU merupakan penghargaan tertinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. 

Raihan AKU 2020 ini, merupakan kali ketujuh bagi ITN Malang. Sedangkan, predikat Kampus Unggulan sudah diterima selama 12 kali (sampai 2020) sejak tahun 2009.

Perolehan ini didasarkan pada empat kriteria penilaian. Pertama, kriteria Kelembagaan dan Kerjasama (20 persen). Kedua, kriteria Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (25 persen). Ketiga, kriteria Pembelajaran dan Kemahasiswaan (30 persen). Terakhir, kriteria Risbang dan Inovasi (25 persen).

Yudi membeberkan, pihaknya memang terus berusaha meningkatkan kualitas pada empat kriteria tersebut. Salah satunya, sejak 2018 ITN Malang sudah menyiapkan sistem pembelajaran daring SPADA. Dosen pun diwajibkan mengisi materi-materi pembelajaran daring tersebut.

"Walaupun dulu itu belum ada pandemi covid tapi kami juga menyiapkan dalam rangka untuk pembelajaran online," katanya.

Di sisi lain, kampus biru ini juga mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbud. Di tahun ini, terdapat 9 prodi yang mendapatkan hibah yang nantinya akan dilakukan kerjasama dengan pihak lain (mis, industri).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Ir Fourry Handoko ST SS MT PhD IPU menambahkan, pihaknya memang berusaha merespon cepat program Kampus Merdeka Kemendikbud dengan mengikuti program hibah ini.

Baca Juga : Terus Catat Prestasi, Tim Blantix Unikama Lolos 5 Besar Startup ASMI Kemdikbud

 

"Kerjasama ini sekarang ini menjadi hal yang penting terkait MBKM," katanya.

Sementara itu, Sekretaris LLDIKTI Wilayah VII Dr Widyo Winarso MPd dalam sambutannya menjelaskan, Kemenristekdikti saat ini memang sangat menekankan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat, dunia industri, media, dan juga unsur yang lain.

"Artinya perkenalan mahasiswa kita ke dunia nyata atau dunia kerja atau dunia karya itu lebih cepat lebih baik," tuturnya.

AKU, kata dia juga digelar dalam rangka untuk untuk menjadi pemicu perguruan tinggi agar senantiasa melakukan transformasi.

 

 

Topik
ITN Malangitn raih aku 2020anugerah kampus unggulBerita Pendidikan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru