Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melihat kesiapan personel saat apel siaga darurat bencana menghadapi musim hujan tahun 2020/2021, di halaman Balai Kota Among Tani, Jumat (20/11/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melihat kesiapan personel saat apel siaga darurat bencana menghadapi musim hujan tahun 2020/2021, di halaman Balai Kota Among Tani, Jumat (20/11/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu)

MALANGTIMES - Pemkot Batu telah menetapkan status siaga darurat bencana terhitung sejak 14 Oktober hingga 30 April 2021 mendatang. Mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan sebagian besar wilayah Indonesia akan terdampak La Nina pada akhir 2020 hingga awal 2021.

Sedangkan Kota Batu diperkirakan awal musim hujan terjadi pada akhir bulan November 2020 dan puncak musim hujan diperkirakan terjadi bulan Januari-Februari 2021. Untuk melihat sejauh mana kesiapan Kota Batu dalam hal tersebut digelar apel siaga darurat bencana menghadapi musim hujan tahun 2020/2021, di halaman Balai Kota Among Tani, Jumat (20/11/2020). 

Baca Juga : Tunjukkan Keseriusan, Bappeda Kota Malang Fasilitasi Industri Digital

 

Dalam apel tersebut, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko melihat sejauh mana kesiapan para personel yang akan menangani jika terjadinya bencana di Kota Batu. Juga peralatan yang akan digunakan untuk menangani bencana.

“BMKG juga menginformasikan adanya potensi La Nina di mana curah hujan akan meningkat antara 20 sampin 40 persen di atas normal pada bulan Desember 2020 sampai Februari 2021 yang berpotensi menimbulkan berbagai bencana pada sektor pertanian,” ucapnya.

“Sesuai arahan Presiden RI dan surat edaran Menteri Dalam Negeri nomor:440/5605/SJ serta rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang antisipasi kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam situasi pandemi Covid-19 agar pemerintah menyiapkan mitigasi untuk menghadapi potensi La Nina,” tambah Dewanti.

Ia menambahkan, jika masyarakat diminta mewaspadai musim hujan hingga 2021 mendatang. Lalu meminta kepada personel yang terlibat agar tata kelola kedaruratan harus disesuaikan dengan protokol kesehatan dan Pemkot Batu mempersiapkan tempat pengungsian yang layak dan bersih untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 dan penyakit lain. 

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Pemkot Batu telah menetapkan status siaga darurat bencana terhitung sejak 14 Oktober hingga 30 April 2021 mendatang berdasarkan keputusan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko tentang status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, tanah ambles, dan cuaca ekstrim di Kota Batu.

“Dengan ditetapkannya status siaga bencana pada musim hujan tahun 2020/2021, saya berharap agar seluruh SKPD/instansi/lembaga masyarakat di bawah koordinasi dan komando BPBD agar melaksanakan kegiatan atau tindakan yang sifatnya darurat dan mendesak segera dilakukan guna mencegah terjadinya bencana. Dan jangan sampai menimbulkan kerugian lebih luas,” terang istri Eddy Rumpoko ini.

Baca Juga : Pemprov Jatim Setujui 34 Propemperda, Aturan CSR Jadi Prioritas, Arema Day Batal

 

Karena itu ia meminta personel yang terlibat segera melakukan kaji cepat untuk menganalisa kebutuhan darurat. Di antaranya, kebutuhan sumberdaya manusia, peralatan, logistik, dan anggaran. Membentuk posko siaga darurat bencana dan melakukan pemantauan secara cermat dan berkelanjutan untuk mengetahui situasi terkini terhadap perkembangan informasi cuaca dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan.

“Agar melakukan percepatan dalam hal pengambilan kebijakan penanggulangan bencana yang berpedoman pada asas cepat, tepat, transparan, efektif dan efisien,” terangnya.

Menurutnya, status siaga darurat bencana merupakan suatu keadaan terdapat potensi bencana, yang merupakan peningkatan eskalasi ancaman yang penentuannya didasarkan atas hasil pemantauan yang akurat oleh instansi yang berwenang dan mempertimbangkan kondisi dampak yang terjadi di masyarakat.