MALANGTIMES - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang melakukan Pembinaan Peningkatan Pengelolaan Kampung Keluarga Berencana (KB), Jumat (13/11/2020). Bertempat di Kantor Dinsos, sejumlah 60 orang terdiri atas Lurah Kampung KB, pengelola Kampung KB, masyarakat, dan pokja pengelola Kampung KB diundang.
Mereka menyampaikan permasalahan di lapangan kepada narasumber untuk kemudian menerima pengarahan dan solusi secara langsung.
Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Rujuk Penyandang Disabilitas Dapatkan Keterampilan di Tuban
Pemateri dari provinsi dalam Pembinaan Peningkatan Pengelolaan Kampung KB di Kantor Dinsos Kota Malang.
"Kegiatan ini bertujuan untuk membina lagi, memperjelas lagi pada masyarakat. Ada permasalahan apa di Kampung KB itu bisa disampaikan ke narasumbernya yang kebetulan perwakilan dari provinsi yang menangani Kampung KB sehingga diharapkan ada solusi-solusi yang dari permasalahan di tingkat bawah di Kampung KB," tutur Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Sri Umiasih kepada media ini.
Kampung KB sendiri, dijelaskan Umi, sapaan akrab Sri Umiasih, merupakan kampung berkualitas di Kota Malang. Terdapat 6 Kampung KB di Kota Malang, yakni di Kelurahan Bunulrejo (yang menjadi percontohan) Kelurahan Kotalama, Kelurahan Tlogowaru, Kelurahan Bareng, Kelurahan Tanjungrejo, dan Kelurahan Dinoyo.
Nah, salah satu hal yang dibahas dalam acara pembinaan ini adalah peningkatan kualitas Kampung KB. Salah satu upayanya, Dinsos akan memberikan perhatian lebih dari sisi anggarannya. Termasuk memfasilitasi masyarakat di Kampung KB untuk kerja sama instansi yang lain.
Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sri Umiasih.
"Di kampung KB kita berusaha untuk meningkatkan kualitasnya. Jadi diharapkan dinas-dinas lain yang terkait bisa bersinergi untuk meningkatkan Kampung KB itu sendiri," timpal Umi.
Dari sinergi itulah akhirnya muncul kreativitas-kreativitas yang memberdayakan masyarakat di Kampung KB, seperti munculnya berbagai UMKM hingga peternakan lele. Ditambah, kesadaran untuk KB juga bagus.
Baca Juga : Penyandang Disabilitas di Malang Dapat Pelatihan Budidaya Ulat Sutra dari Dinsos-P3AP2KB
Semua ini tak lepas dari dukungan para lurah dan pengelola yang juga berkualitas. Hingga akhirnya, dari awal diadakannya Kampung KB di tahun 2017 hingga saat ini, sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat.
"Dulunya Kampung KB hanya sebatas lingkup RW dan sekarang sudah meluas hingga tingkat kelurahan," timpal Umi.
Padahal, dulunya 6 kelurahan ini memiliki masalah beragam. Seperti banyaknya keluarga pra sejahtera, wilayahnya kumuh, padat penduduk, minat KB kecil, dan lain-lain. Setelah adanya Kampung KB, permasalahan-permasalahan itu sedikit demi sedikit teratasi, masyarakat lebih teredukasi, serta berdaya.
