Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg (paling kanan baju kuning) berfoto dengan para pemimpin terdahulu dan/atau keluarga yang mewakili. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg (paling kanan baju kuning) berfoto dengan para pemimpin terdahulu dan/atau keluarga yang mewakili. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berdiri di tahun 1961, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) tetap berdiri hingga saat ini. Bahkan kampus berlogo Ulul Albab ini kian berkembang dan akan terus maju. Hal ini tak lepas dari jasa para pemimpin terdahulu.

Untuk itulah, Rektor UIN Malang sekarang, Prof Dr Abdul Haris MAg mengadakan Refleksi 59 Tahun (1961-2020) UIN Malang bertajuk Revolusi UIN Maliki Menuju Smart Islamic University. Bertempat di lantai 1 Gedung Rektorat sore tadi (Senin, 26/10/2020), Rektor mengundang seluruh pimpinan terdahulu atau keluarga besar yang mewakili.

Baca Juga : Membanggakan! Para Siswa SMK di Kota Malang Raih Penghargaan LKS SMK Nasional 2020

Hadir dalam perhelatan refleksi 59 tahun ini, para tokoh universitas (dan/atau keluarga) yang dahulu memimpin secara langsung kampus UIN Malang. Tentunya sejak masih berstatus sebagai Fakultas Tarbiyah (1961) hingga kini menjadi Universitas Islam (2020).

Para guru itu di antaranya Prof Dr H Moh Koesnoe SH, KH Oesman Mansoer, Drs KH Maksum Oemar, Drs KH Abd Mudjib, Drs H Moh Anvwar Bc Hk, Prof Dr Hj Zuhairini, Drs H M Djumransjah Indar MEd,  Prof Dr H Mudjia Rahardjo MSi, dan Prof Dr H Imam Suprayogo.

Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan terdahulu ini diberi penghargaan, puisi karya Rektor, sekaligus buku Memoar Nahkoda Perguruan Tinggi UIN Malang.

Dikatakan Prof Haris, refleksi adalah bercermin ke belakang. Dalam arti, berpikir dari sini dan di sini tentang apa yang sudah dialami sebelumnya. Supaya bisa belajar dari pengalaman tersebut dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua para pimpinan yang lalu dan keluarga. Dan kami tidak bisa membalas apapun kecuali hanya sekedar menyambung silaturrahim ini," ucapnya.

Baca Juga : Rektor UIN Malang Minta Pemuda Tak Salah Paham Terhadap Politik

Dalam kesempatan tersebut, Prof Haris juga mengapresiasi kinerja civitas sebab 4 prodi di UIN Malang sudah menjalani sertifikasi The ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).

Keempat prodi tersebut di antaranya Biologi (Fakultas Saintek), Manajemen (Fakultas Ekonomi), Al-Ahwal Al-Syakhsiyah/Hukum Keluarga Islam (Fakultas Syariah), serta Bahasa dan Sastra Arab (Fakultas Humaniora). "Kemarin sudah kita selama seminggu di bawah kendali LPM dan saya yakin memperoleh nilai yang tinggi," ucapnya.

Selain itu, dalam dies maulidiyah ini, UIN Malang juga mendapatkan kado indah yakni salah Journal of Islamic Architecture (JIA) terindeks di Scopus dan Ijaz Arabi Journal terindeks di Web of Science (WoS). "Mudah-mudahan ke depan banyak prestasi untuk kepentingan kita dalam rangka memajukan UIN Maulana Malik Ibrahim ini," pungkasnya.