Medali emas Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional 2020. (Foto: YouTube Kemdikbud)
Medali emas Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional 2020. (Foto: YouTube Kemdikbud)

MALANGTIMES - Para pemenang dan peraih medali di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional 2020 telah resmi diumumkan pada Malam Apresiasi dan Penghargaan, Jumat (23/10/2020).

LKS sendiri merupakan kompetisi tahunan antar siswa pada jenjang SMK sesuai bidang keahlian yang diajarkan pada SMK peserta.

Baca Juga : Hari Santri Nasional, Gus Ami Luncurkan Santrinet, Solusi Darurat Pendidikan Nasional

Kompetisi di tahun 2020 ini diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Ajang bergengsi tingkat nasional bagi siswa SMK ini melahirkan 168 juara di 42 bidang lomba dari total peserta sebanyak 932 peserta.

Dalam daftar pemenang, terdapat empat siswa SMK dari Kota Malang. Untuk kategori medali emas diraih oleh tiga siswa, di antaranya Muhamad Fathoni (SMKS Telkom Sandhy Putra Malang) di bidang Sistem Kemanan Perusahaan. Kedua, Mochamad Aviv Al Kautsar (SMKN 4 Malang) di bidang Print Media Teknologi. Ketiga, Marcelyna Aurelya Mayla F.A (SMK Negeri 3 Malang) di bidang Hairdressing. 

Sementara, kategori medali perak diraih oleh Yusuf Ardiyanata Febrian (SMKS PGRI 3 Malang) di bidang Web Technologie.

Selanjutnya, para juara LKS SMK 2020 ini akan diikutkan dalam seleksi kompetisi internasional mewakili Indonesia dalam Asean Skill Competition, World Skill Asia, dan World Skill Competition.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengimbau, agar memaknai ajang LKS SMK Tingkat Nasional 2020 ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi tahunan. Saat ini, kata dia, dengan segala daya kita bersama memerdekakan diri dari belenggu keterbatasan untuk menjadi bangsa yang lebih mandiri dalam menghadapi tantangan yang terus akan berubah dan semakin berat di masa depan.

“LKS merupakan sarana merangkai mimpi, mengasah keterampilan, sekaligus membangun kepercayaan diri, relasi, serta kemandirian,” ujarnya pada acara Penutupan LKS SMK Tingkat Nasional 2020 yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Baca Juga : Upacara Hari Santri Nasional Bacakan Wirid Lil Khomsatun, Dewanti Minta Santri Terapkan 3M

Wikan mengungkapkan, dalam melahirkan karya suatu banga baik produk teknologi, fesyen, seni, industri kreatif, produk kuliner, dan lainnnya lahir dari siswa-siswi Indonesia terutama SMK. Dia juga mengatakan menjadi juara LKS bukan tujuan akhir bagi siswa SMK tetapi para peserta ke depan dituntut untuk menghasilkan produk yang mampu merajai pasar global.

“Kalau kita masih menjadi penikmat drakor (drama korea,-), kalau kita masih menjadi penikmat film-film kartun dari luar negeri, kalau kita masih menjadi pengimpor alat-alat teknologi, maka kelak adik-adik (siswa SMK,-) yang akan membalikkan itu semua, karya adik-adik (siswa SMK,-) akan digunakan oleh orang sedunia,” tutur Wikan.

Menjadi juara, lanjut Wikan, adalah satu hal, sementara menjadi merdeka untuk lebih mandiri dalam belajar dan berkarya adalah hal lain yang bisa menciptakan multiplikasi peluang perubahan besar untuk terjadi. Spirit perlombaan ini, kata dia, senantiasa menjiwai adik-adik supaya tetap memberikan performa dan karya terbaik, baik di sekolah, di rumah, di tempat kerja, dan di masyarakat.

“Selain itu, tetap jaga relasi dan kolaborasi. Rekan sekolah, guru, kepala sekolah, keluarga, rekan sejawat bahkan kompetitor lain adalah bagian-bagian penting yang senantiasa saling mendukung untuk maju bersama,” tandasnya.