Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Setidaknya 73 persen anak-anak usia nol sampai 17 tahun kurang satu hari di Kota Malang telah memegang kartu identitas anak (KIA). Angka itu terus mengalami kenaikan dan ditargetkan menyentuh angka 100 persen hingga satu atau dua tahun ke depan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang Eny Hari Sutiarny menerangkan, total anak-anak usia nol sampai 17 tahun kurang satu hari di Kota Malang adalah 253 ribu lebih. Saat ini, tanggal 27 persen  yang belum memegang KIA.

Baca Juga : Antisipasi Bencana Hydrometeorologi, Pjs Bupati Malang Tinjau Kesiapan Tim Gabungan

"Dan kami terus mendorong agar orang tua mengurus KIA. Soalnya, memang ada banyak manfaat yang didapat untuk yang memegang KIA ini," kata dia.

Eny menjelaskan, KIA merupakan kartu identitas yang memiliki fungsi yang sama seperti KTP, yaitu sebagai kartu identitas. KIA dapat menjadi salah satu komponen untuk menjamim sederet fasilitas yang diberikan pemerimtah. Selain itu, KIA mendorong peningkatan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak terbaik bagi anak.

Selama ini, layanan mengurus KIA di Kota Malang selalu dipermudah. Selain melakukan upaya jemput bola dalam berbagai kegiatan, selama ini mengurus KIA selalu menjadi satu paket dengan mengurus akta kelahiran. Sehingga, orang tua yang mengurus akta kelahiran dapat langsung mengurus KIA. "Mengurus KIA juga dijadikan satu dengan mengurus akta kelahiran," ucap Eny.

Lebih jauh Eny menerangkan, antusiasme masyarakat untuk mengurus KIA selama ini terbilang sangat tinggi. Saat dilaksanakan beberapa agenda pemkot, masyarakat selalu membeludak. Selain mengurus akta, kebanyakan orang tua yang datang ke beberapa event Pemerintah Kota Malang juga membawa kelengkapan berkas untuk mencetak KIA.

Baca Juga : Indeks Kepuasan Disnaker-PMPTSP Kota Malang Tinggi, Hampir 100 Persen

Saat pandemi covid-19, para orang tua juga tetap mengurus layanan KIA beserta akta kelahiran ataupun hanya KIA melalui layanan online yang dibuka Dispendukcapil Kota Malang. Meski ada keterbatasan untuk datang ke kantor layanan, permintaan masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan tetap mengalami peningkatan. "Berkas yang saya tanda tangani setiap harinya pun mencapai ratusan," ucap Eny.