Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam saat ditemui awak media usai memimpin apel di Kodim 0818, Kamis (15/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam saat ditemui awak media usai memimpin apel di Kodim 0818, Kamis (15/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Dalam upaya antisipasi penanggulangan bencana hydrometeorologi yang diperkirakan akan melanda wilayah Kabupaten Malang, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Malang, Sjaichul Ghulam meninjau langsung kesiapan dari tim gabungan lintas instansi. 

Setidaknya terdapat enam instansi resmi yang tergabung dalam keanggotaan siaga terpadu untuk penanggulangan bencana hydrometeorologi. Yakni Korem 083/BDJ, Kodim 0818 Malang-Batu, Polres Malang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Kemenpan RB Minta Inovasi Pemkab Malang Bisa Diterapkan di Daerah Lain

 

Pjs Bupati Malang, Sjaichul Ghulam mengatakan bahwa berdasarkan hasil tinjauan dan koordinasi, tim gabungan penanggulangan bencana hydrometeorologi telah siap. 

"Ini gabungan dari Forkopimda, khususnya Kodim dan Polres juga yang ada di Kabupaten Malang, menunjukkan kita siap. Jadi kapanpun itu datangnya bencana, kita siap. Karena saya cek satu-satu tadi," ungkapnya ketika ditemui awak media seusai memimpin apel di Kodim 0818, Kamis (15/10/2020).

Abi -sapaan akrabnya- menuturkan bahwa dibentuknya gabungan keanggotaan terpadu tersebut untuk meningkatkan komunikasi dan sinergitas seluruh instansi dalam menghadapi bencana hydrometeorologi dan bencana La Nina di wilayah Kabupaten Malang.

"Terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang potensi kebencanaan serta antisipasi masyarakat terlibat aktif saat penanganan bencana," terangnya.

Selain itu, Abi menerangkan bahwa di Kabupaten Malang kini ada 35 Desa Tanggap Bencana (Destana) yang masyarakatnya telah mendapatkan pelatihan.

"Dibentuknya kampung siaga bencana, Kecamatan Pujon, Poncokusumo, Sumbermanjing Wetan, 4 wilayah Malang Selatan. September lalu baru dikukuhkan Kemensos," jelasnya.

Langkah tersebut termasuk salah satu upaya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di masing-masing wilayah di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Lihat Kelayakan Pohon, DLH Kota Malang Miliki Tim Khusus

 

"Kami harap partisipasi aktif semua pihak, forkopimda, tokoh agama, tokoh pendidikan, relawan, tenaga kesehatan, untuk meningkatkan jalinan komunikasi. Agar kesiapsiagaan dan antisipasi dapat terintegrasi," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan juga menjelaskan bahwa bencana hydrometeorologi disebabkan oleh peralihan cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan beberapa bencana.

"Jadi itu bisa tanah longsor, bisa banjir, bisa puting beliung ataupun ombak besar," jelasnya.

Bencana tersebut juga dipengaruhi oleh fenomena iklim La Nina yang sedang menerpa sebagian wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang.

"Persiapan ini hanya di Kabupaten Malang saja. Intinya tidak ada yang mengkhawatirkan, tapi tentunya kita antisipasi," pungkasnya.