Suasana pameran dalam Workshop Recovery Ekonomi dari Diskopindag Kota Malang, Jumat (16/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana pameran dalam Workshop Recovery Ekonomi dari Diskopindag Kota Malang, Jumat (16/10). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Keberadaan Industri Kreatif Menengah (IKM) semakin hari semakin menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pelaku industri ini dinilai harus mampu lebih inovatif agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Hal itulah yang tengah dimaksimalkan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Melalui Workshop Recovery Ekonomi Bagi Industri Kecil yang digelar selama 5 hari ini, para pelaku usaha diberikan edukasi cara untuk membuat produk lebih kreatif dan inovatif.

Baca Juga : Dewan Kabupaten Malang Soroti Realisasi Pembangunan Infrastruktur dan Alun-Alun

Kepala Bidang Perindustrian Diskopindag Kota Malang, Fahmi Fauzan mengatakan workshop recovery ekonomi ini telah berjalan sejak hari Senin (12/10/2020) hingga hari ini (Jumat, 16/10/2020) melibatkan setidaknya 80 pelaku IKM di Kota Malang dari berbagai sub sektor.

Mulai dari kriya, fashion hingga bidang kuliner dihadirkan untuk memamerkan produk hasil karyanya untuk diberikan penilaian dan edukasi.

"Workshop ini kan memang dalam rangka recovery ekonomi. Jadi mereka kita beri peningkatan skill, kemudian dari skala usaha ini dalam rangka penilaian dengan pelatihan yang kita selenggarakan berbeda selama berjalan 5 hari ini," ujarnya.

Menurut Fahmi, nantinya para pelaku IKM ini bisa lebih maksimal dalam menghasilkan produk yang dibuatnya. Paling tidak ada kreativitas-kreativitas baru, dan inovasi baru yang bisa dihasilkan ke depannya.

Sehingga, produk-produk IKM lokal Kota Malang bisa semakin dikenal luas dan dinikmati berbagai kalangan, bahkan bisa hingga tembus kancah dunia.

"Harapan kita tentu, di samping skill mereka meningkat juga bisa mempunyai daya motivasi yang tinggi untuk meningkatkan usahanya. Dan yang paling penting mereka harus mampu menghasilkan inovasi-inovasi produk dengan kreativitas tinggi, menghasilkan produk inovatif dan selalu ada kebaruan dalam produk mereka, biar nggak hanya itu-itu saja," terangnya.

Baca Juga : Angka Perceraian di Kota Malang Tinggi, Apa Faktornya?

Dalam kegiatan ini, juga dihadirkan Tim Anjungan Nusantara untuk mengedukasi para pelaku IKM, serta menghadirkan tim Garuda Indonesia Airways secara virtual dalam memberikan edukasi dan pelatihan lebih lanjut.

Sementara itu, salah satu pelaku IKM, Thomas Boyke mengungkapkan dengan keikutsertaannya dalam event tersebut menjadi sebuah celah untuk semakin mengenalkan produk unggulannya lebih meluas. Ia sebagai pemilik Boyke Art yang membuat produk-produk miniatur dari bahan limbah triplek ini mengaku senang. Sebab, dalam kegiatan itu ia merasa bisa lebih memperbanyak relasi, dan saling mengenal pelaku IKM lainnya.

"Ini pertama kali saya ikut event. Jadi ingin memperkenalkan produk saya agar dikenal luas. selama ini kan masih dari perseorangan. Ternyata, di sini juga bisa nambah relasi nambah teman, juga bisa nanti saya kolaborasi nanti," tandasnya.