Petugas Dishub Kabupaten Malang saat melakukan pengujian terhadap kendaraan bermotor. Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Petugas Dishub Kabupaten Malang saat melakukan pengujian terhadap kendaraan bermotor. Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hanya dalam kurun waktu kurang dari 7 bulan, retribusi pengujian kendaraan bermotor mampu menyumbang PAD (pendapaan asli daerah) Kabupaten Malang  di angka Rp 1,7 miliar.

Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menjelaskan bahwa target retribusi pengujian kendaraan bermotor tahun ini dipatok Rp 1,9 miliar.  ”Hingga pertengahan bulan Juli (2020, red), sudah terealisasi lebih dari Rp 1,7 miliar,” terang Made.

Baca Juga : Insentif 528 Nakes Kota Batu Cair, Ini Rinciannya

Secara lebih rinci, jika melihat data yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, target retribusi pengujian kendaraan bermotor tahun ini dipatok Rp 1.934.500.000.

Sedangkan hingga  15 Juli 2020 lalu, retribusi sektor ini mampu mendulang pendapatan Rp 1.701.232.800. ”Jika dipersentasekan, dalam kurun waktu 6,5 bulan, target retribusi pengujian kendaraan bermotor sudah terealisasi sekitar 93 persen,” ungkap Made.

Kalau melihat potensi yang ada, target yang dipatok tahun ini dipastikan bisa mengalami surplus. ”Kemungkinan pendapatan retribusi pengujian kendaraan bermotor mampu mendulang pendapatan sekitar Rp 3 miliar,” ucapnya.

Pernyataan tersebut sebelumnya juga terlontar dari statemen Kepala Dishub (Dinas Perhubungan) Kabupaten Malang Hafi Lutfi. Dalam pernyataannya, Lutfi optimistis pendapatan retribusi pengujian kendaraan bermotor bakal memperoleh penghasilan minimal Rp 3 miliar.

Baca Juga : Target Retribusi Uji Kir Dirasionalisasi, Kadishub: Prospek Tahun Ini Rp 3 Miliar

”Angka tersebut (Rp 3 miliar, red) sebenarnya sama dengan target awal sebelum adanya pandemi covid-19. Target retribusi pengujian kendaraan bermotor ditarget Rp 3,8 miliar,” tutup Made.