Balai Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Balai Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya masih berlangsung hingga 30 Mei 2020 mendatang. 

Artinya, jika tidak ada kendala, pemberlakuan tersebut akan berakhir dalam waktu 3 hari ke depan.

Baca Juga : Anggaran Kebutuhan Kesehatan Penanganan Covid-19 di Kota Batu Dipangkas, Ini Alasannya

 

Hal tersebut juga menjadi penentu apakah pelaksanaannya mampu menyelesaikan penanganan Covid-19 atau masih harus dilakukan perpanjangan.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis jika PSBB di Malang Raya hanya akan diberlakukan dalam satu putaran saja.

Alasannya, jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang saat ini dirasa dapat diatasi dengan catatan pertambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh.

"Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) cukup satu putaran saja. Optimisme kita adalah yang sembuh semakin banyak, PDP sehat juga terus bertambah. Ini jadi pertimbangan PSBB cukup sekali," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Selain itu, kebijakan New Normal sebagai langkah baru yang diambil pemerintah pusat agar masyarakat berdamai dengan Covid-19 juga menjadi acuan.

Meski begitu, masyarakat memang tak bisa serta merta begitu saja terlepas dengan pembatasan aktivitas. 

Sederet persiapan bakal diupayakan Pemkot Malang ketika masa PSBB berakhir.

Setidaknya, ada 4 langkah kebijakan yang diambil Pemkot Malang. 

Di antaranya, menyiapkan the new normal life (penyusunan SOP hidup sehat dan protokol Covid-19 pasca PSBB).

Kemudian menyiapkan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) sebagai rumah sakit darurat dan rumah isolasi untuk PDP ringan di Jalan Kawi. 

Lalu, pemantauan penyakit kronis (data prolanis sebagai acuan utama pemantauan untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan).

Serta, paket kebijakan stimulus ekonomi (merumuskan kebijakan untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat).

Baca Juga : Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Tetap Bertugas Walau Hari Raya Idulfitri

 

"Setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, dimana spirit dan roh yang akan kita bangun adalah beradaptasi pada kondisi masa Covid-19. Akan kita susun protokolnya," imbuhnya.

Tak hanya itu, menuju New Normal penanganan Covid-19 Pemkot Malang juga bakal mengembangkan 5 strategi percepatan. 

Hal ini diharapkan mampu untuk menangani masalah perekonomian sosial di masyarakat namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Untuk menopangnya kita akan kembangkan lima strategi percepatan itu," tandasnya.

Kelima strategi percepatan usai PSBB di Malang Raya yang dipersiapkan Pemkot Malang, meliputi Malber (Malang Berbagi) di mana hal ini penguatan kolaborasi pentahelix (Akademisi, Pengusaha, Komunitas, Pemerintahan dan Media) selama masa pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Maldis (Malang Digital Service) yang mendorong layanan berbasis online dan mengurangi potensi perkumpulan massa.

Malherb (Malang Herbal), pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat.

Ada juga Malpro (Malang Beli Produk Lokal), untuk mendorong penguatan ekonomi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal.