Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kabar gembira bagi pedagang pasar rakyat, penghuni rusunawa, hingga pelanggan kelas 1 PDAM Kota Malang atau yang kini berubah nama menjadi Perumda Tugu Tirta Kota Malang. 

Baca Juga : Dampak Covid-19, Dewan berharap SPP Sekolah Swasta di Surabaya Gratis

Karena tarif retribusi dan tagihan air akan digratiskan selama dua bulan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pembebasan retribusi pasar, rusunawa, dan tarif PDAM bagi pelanggan kelas 1 tersebut secara resmi telah ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Malang yang ia tandatangani, Kamis (16/4/2020).

"Sudah saya tandatangani tadi, dan besok sudah efektif dijalankan," katanya saat dihubungi melalui jaringan seluler, Kamis (16/4/2020).

Sutiaji menjelaskan, pembebasan tersebut sebelumnya telah dikaji sesuai dengan kondisi pandemi covid-19. 

Di mana selama beberapa pekan terakhir, kondisi pasar terbilang sepi bila dibandingkan dengan hari biasa. 

Selain itu, penghuni rusunawa juga termasuk salah satu yang terdampak pandemi covid-19.

Pria yang gemar berolahraga itu menyampaikan, khusus untuk pembebasan biaya langganan air PDAM Kota Malang memang hanya dikhususkan bagi pelanggan kelas 1 saja. 

Karena pelanggan kelas 1 memang merupakan yang paling rentan.

"Untuk pelanggan PDAM kelas satu yang dibebaskan ada 33 persen dari total pelanggan, atau tepatnya 53.336 sambungan rumah (SR)," tambah Sutiaji.

Masa pembebasan biaya air bersih bagi pelanggan PDAM kelas 1 itu menurutnya berlaku selama dua bulan. 

Artinya penggunaan bulan April akan diberikan pembebasan saat masa tagih bulan Mei. 

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Begitu juga untuk penggunaan air di bulan Mei akan dibebaskan pada periode bayar bulan berikutnya.

Pembebasan biaya itu ia pastikan tak akan mengurangi jenis layanan yang diberikan. 

Ia memastikan jika seluruh layanan akan diberikan maksimal sebagaimana saat retribusi dan biaya tagihan diberikan. Terutama bagi pelanggan air bersih.

Sementara berkaitan dengan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipastikan berkurang lantaran adanya pembebasan retribusi, Sutiaji menyebut jika hal itu sebelumnya telah diantisipasi. 

Karena dengan kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang, PAD Kota Malang memang diprediksi mengalami penurunan.

"Sudah pasti PAD memang turun, tapi kami sudah memiliki skema prioritas. Jadi pembebasan retribusi tetap dijalankan," jelas politisi Demokrat itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto menambahkan, pembebasan retribusi pasar terhitung mulai tanggal 17 April 2020 sampai dengan akhir Mei 2020.

Kurang lebih ada enam ribu pedagang yang tersebar di 27 pasar rakyat di Kota Malang. 

"Dan paling banyak pedagang Pasar Besar Malang, sekitar 3500 pedagang," terang Wahyu.