MALANGTIMES - Efek pandemi covid-19, membuat sederet megaproyek dan proyek fisik di Kota Malang diundur bahkan dibatalkan. Penundaan berlaku bagi seluruh proyek yang memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Salah satunya adalah proyek revitalisasi Pasar Bunulrejo yang rencananya ditarget rampung tahun ini.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto menjelaskan, proses tender revitalisasi Pasar Bunulrejo telah dibatalkan. Pembatalan tetap dilaksanakan meski saat ini proses tender sudah masuk tahap pasca kualifikasi menuju pengumuman pemenang tender.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

 

"Proses tendernya dibatalkan," kata Wahyu.

Revitalisasi pasar yang awalnya direncanakan menelan anggaran Rp 1,85 miliar itu memang sudah direncanakan dengan alokasi anggaran berasal dari DAK. Sehingga sudah seharusnya dibatalkan, sesuai dengan yang diamanatkan pusat.

Salah satunya adalah berdasarkan Surat dari Menteri Keuangan RI No S-247/MK.07/2020 perihal penghentian Proses Pengadaan Barang/ Jasa DAK Fisik TA 2020 dalam masa wabah COVID-19, proses harus dibatalkan.

"Aturannya seperti itu, pusat pun sudah membatalkan," terang dia.

Selain Pasar Bunulrejo, menurutnya tak ada proyek fisik lain yang dibatalkan. Lantaran sejauh ini Diskoperindag memang belum proses lelang pengerjaan fisik lainnya. Sehingga, dampak pembatalan hanya terjadi di kegiatan itu saja.

Sebagai informasi, revitalisasi Pasar Bunulrejo itu sendiri untuk meninggikan konstruksi landasan lapak. Pembenahan tersebut dilakukan untuk menghindari masuknya air genangan seperti yang dikhawatirkan pedagang selama ini. Selain itu juga untuk meningkatkan sistem aliran air dan drainase pasar yang ada.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

 

Revitalisasi ulang tersebut menurut Wahyu, tidak akan merelokasi ulang pedagang. Sehingga pedagang masih akan bisa melakukan aktivitas jual beli seperti biasa. Karena revitalisasi hanya berupa peninggian beberapa bagian saja.

"Jadi yang ditinggikan itu landasannya, agar pembeli juga nyaman," imbuhnya.