Imbauan Lapas Kelas 1 Malang bagi para WBP yang ikut dalam program asimilasi. (Ist)
Imbauan Lapas Kelas 1 Malang bagi para WBP yang ikut dalam program asimilasi. (Ist)

MALANGTIMES - Beberapa hari belakangan, memang marak terjadi kasus kriminalitas di Kota Malang. Selain berbarengan dengan wabah covid-19, meningkatnya kriminalitas diklaim banyak pihak terjadi usai adanya program asimilasi dari Kemenkumham yang baru saja dilaksanakan.

Baca Juga : Warning Polisi, Napi Pelanggar Aturan Asimilasi Bakal Dapat Tindakan Tegas dan Terukur

Namun menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas 1 Malang Agung Krisna mengatakan, maraknya aksi kejahatan setelah asimilasi membuat pihaknya bertanya apakah pelaku kejahatan yang terjadi saat ini semuanya adalah WBP (warga binaan pemasyarakatan) yang turut dalam asimilasi.

Baca Juga : Warning Polisi, Napi Pelanggar Aturan Asimilasi Bakal Dapat Tindakan Tegas dan Terukur

Menurut dia, dalam beberapa kejahatan yang terjadi saat ini, belum tentu  pelakunya adalah  WBP yang mengikuti asimilasi saja. Sebab, bisa saja pelaku kejahatan yang terjadi beberapa hari belakangan ini merupakan orang lain yang terhimpit ekonomi di masa darurat covid-19.

Namun, dijelaskannya, WBP yang telah melanggar kepercayaan yang diberikan dalam program asimilasi akan mendapatkan sanksi yang lebih berat. Jika tertangkap dan masuk kembali ke lapas, mereka akan ditempatkan di sel khusus.

"WBP yang melanggar akan ditempatkan pada straft cell atau sel pengasingan sesuai batas waktu yang tidak ditentukan," tandas dia.

Selain menempati sel pengasingan, mereka nantinya juga akan mendapatkan sanksi menjalani sisa masa pidana, pencabutan hak untuk mendapatkan remisi maupun hak integrasi, serta harus menjalani hukuman pidana baru.

Baca Juga : Warga Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Kota Batu

"Hukuman bagi yang melanggar asimilasi sangat berat menurut kami. Kami tekankan untuk mereka yang ikut dalam program asimilasi agar menaati aturan tidak kembali berbuat melanggar hukum," ucapnya.

Baca Juga : Hampir 'Remek' Oleh Massa, Pria Diduga Pencuri yang Viral Videonya Ini Ternyata...

Dalam pemilihan WBP yang layak mengikuti asimilasi, pihaknya sesuai dengan dasar aturan Peratuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Asimilasi juga berdasar keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19.