Gedung LPDP. (Foto: Doc. LPDP)
Gedung LPDP. (Foto: Doc. LPDP)

MALANGTIMES - Keberangkatan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke luar negeri mengalami penundaan ke tahun depan atau hingga wabah Covid-19 dinyatakan berakhir.

Baca Juga : Tatkala Tiba-tiba Ada Orang Kejang di Kampus UIN Malang

Hal ini terutama bagi penerima beasiswa dengan tujuan studi di negara-negara terdampak Covid-19 atau negara yang sedang melaksanakan kebijakan lockdown. 

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

"Terkait penyebaran pandemi Covid-19 di seluruh dunia, dampak yang akan dihadapi oleh penerima beasiswa yang akan memulai studi tahun ini dengan tujuan studi di negara-negara terdampak Covid-19 atau sedang melaksanakan kebijakan lockdown, keberangkatan mahasiswa dimaksud dapat mengalami penundaan atau defer ke tahun depan hingga wabah COVID-19 dinyatakan berakhir," tulis LPDP dalam situs resminya, Selasa (14/3/2020).

Sementara untuk Riset Inovatif Produktif (Rispro) yang pelaksanaannya terdampak pengendalian/pencegahan penyebaran Covid-19, diberikan perpanjangan waktu perjanjian tanpa penambahan pendanaan selama-lamanya 6 bulan.

Perpanjangan waktu perjanjian ini harus diajukan melalui permohonan tertulis ke LPDP dengan menyertakan penetapan keadaan kahar terkait pencegahan penyebaran Covid-19 oleh pimpinan lembaga riset atau yang lebih tinggi.

Dan perlu diketahui juga, pendaftaran/seleksi program beasiswa dan persiapan keberangkatan ditunda pelaksanaannya sampai dengan waktu yang belum ditentukan dengan memperhatikan perkembangan dan dampak pandemi Covid-19.

Walaupun demikian, LPDP memastikan dana abadi dan akumulasi dana abadi pendidikan yang digunakan untuk pemberian beasiswa bagi para pelajar tak dikurangi.

Meski sesuai dengan Perppu Nomor 1 tahun 2020, dana abadi dan akumulasi dana abadi pendidikan merupakan salah satu alternatif dari beberapa sumber yang dapat digunakan pemerintah untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga : Prediksi Pakar, Wabah Covid-19 di Indonesia Berakhir pada Akhir Mei

Dituliskan oleh LPDP, alokasi anggaran penanganan Covid-19 tidak mengurangi mandatory spending (kewajiban alokasi belanja yang telah diatur oleh UU) pendidikan 20%.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Termasuk tambahan dana abadi pendidikan berupa Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp18 triliun sesuai Perpres No.54 Tahun 2020. 

Realisasi DPPN pada Tahun 2020 ini akan mempertimbangan ketersediaan dan kondisi keuangan negara.

Dikutip dari situs LPDP, total akumulasi DPPN yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga saat ini adalah sebesar Rp51,117 triliun dengan penerimaan hasil investasi LPDP yang lebih besar dari belanja layanannya.

"Dari segi pembiayaan, LPDP berkomitmen bahwa para mahasiswa on going dan penerima pendanaan riset yang sedang berjalan akan tetap menerima pendanaan hingga masa studi/program riset selesai sesua perjanjian," tegasnya.