Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Benarkah Gigit Kuku Berbahaya untuk Anak?

Penulis : Deasy Mayasari - Editor : Redaksi

13 - Oct - 2015, 15:20

Placeholder
Ilustrasi. (Foto: googleimage)

MALANGTIMES – Kebiasaan menggigit kuku yang dianggap sebagai hal wajar ternyata memiliki dampak negatif, terutama pada anak-anak. Penelitian di Rusia menemukan kebiasaan menggigit kuku dapat mengganggu intelegensi anak.

Baca Juga : Kabar Baik, Satu Pasien Positif Covid19 Tulungagung Dinyatakan Sembuh

Anak-anak akan beresiko besar mengalami keracunan, salah satunya adalah keracunan timah yang sering kali menumpuk pada kuku ketika anak-anak bermain di dalam rumah ataupun diluar rumah. Paparan dari timah akan masuk ke dalam tubuh sehingga mempengaruhi perkembangan anak-anak, bahkan dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf.

Selain itu kebiasaaan menggigit kuku, seperti dilansir dari bidanku.com, juga dapat mengakibatan infeksi pada kulit, memperburuk kondisi kuku, kemudian meningkatkan resiko flu dan juga infeksi lainnya yang disebabkan oleh kuman dari kuku yang masuk ke dalam mulut.

Baca Juga : Kota Batu Siapkan 3 Shelter Isolasi Covid-19, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

Agar anak terhindar dari masalah kesehatan karena kebiasaan menggigit kuku, orang tua harus melakukan pencegahan sedini mungkin. Biasakan rutin memotong kuku anak dan mencuci tangan setelah melakukan kegiatan sebelum mengambil makanan untuk mencegah kuman dan zat berbahaya masuk ke dalam tubuh. (*)


Topik

Kesehatan menggigit-kuku



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Deasy Mayasari

Editor

Redaksi