Mendagri Tjahyo Kumolo (kiri) saat memberikan penghargaan Kabupaten Terinovatif kepada Bupati Malang Sanusi. (for MalangTimes)
Mendagri Tjahyo Kumolo (kiri) saat memberikan penghargaan Kabupaten Terinovatif kepada Bupati Malang Sanusi. (for MalangTimes)

MALANGTIMES - Harapan besar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terkait berbagai inovasi yang ada dan telah berjalan di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) keluar sebagai yang terbaik di Indonesia akhirnya terwujud juga.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah melakukan kunjungan langsung dan penilaian, September 2019 lalu, atas berbagai inovasi OPD Kabupaten Malang akhirnya memutuskan mengganjar Pemkab Malang dengan penghargaan prestisius. Yaitu Innovative Government Award (IGA) 2019, Senin (7/10/2019) malam di Hotel Borobudur, Jakarta.

Hal ini dibenarkan oleh Bupati Malang Sanusi yang secara langsung didapuk menerima penghargaan itu  dari Mendagri Tjahyo Kumolo.
"Alhamdulillah kami akhirnya mendapatkan lagi sebuah penghargaan dari pemerintah pusat. Yakni, penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2019 atas berbagai inovasi yang ada dan telah berjalan di Kabupaten Malang," ucap Sanusi, Selasa (8/10/2019)

Bupati Malang Sanusi (kanan) saat menerima penghargaan sebagai kabupaten terinovasi dari Kemendagri (for MalangTimes)

.

Walau belum berada di peringkat ke-1 dari 10 kabupaten terbaik se-Indonesia, Sanusi menegaskan bahwa raihan penghargaan tahun ini patut jadi catatan dan pengalaman baik.

"Kita (Kabupaten Malang) masih di urutan ketiga sebagai kabupaten terinovasi se-Indonesia dalam penghargaan ini. Walau begitu, saya bangga dengan raihan ini," ujar Sanusi.

Dia juga mendorong kepada seluruh jajarannya untuk terus berinovasi dalam melayani masyarakat secara prima. "Jangan kendor untuk berinovasi. Terus gali potensi yang ujungnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Raihan ini adalah cermin kerja keras kita semua dan mari kita tingkatkan di tahun depan," ucap Sanusi yang secara langsung menyatakan rasa terima kasihnya kepada jajarannya, dari OPD sampai kepala desa.

Seperti diketahui, dari ajang Innovative Government Award (IGA) 2019, Pemkab Malang masih berada di bawah Kabupaten Banyuwangi yang nangkring di peringkat pertama serta Kabupaten Kulonprogo di urutan kedua dalam ajang tahunan yang dihelat  Kemendagri itu.

Kabupaten Malang menjadi juara ketiga dengan berbagai inovasinya yang telah berjalan dan mampu secara nyata mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Misalnya  melalui inovasi Jebolanduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Sipanji (Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Mandiri),  Bagum 3C (Cuisine-Convention-Car), Siapik, Sistem Informasi Desa, Sirendra (Sistek Informasi Perencanaan dan Penganggaran), UKM Flash, Smarth Health, Sutera Emas, SINTA (Sistem Informasi Tanah Aset), PAOD (Pelayanan Administrasi Online), SMEP (Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembangunan) dan Contra War (Contraceptive For Women At Risk). Juga berbagai inovasi lainnya dengan jumlah sekitar 158 inovasi.

Seluruh inovasi itu bukan hanya sekadar sebuah program "gagah-gagahan". Tapi, program berbasis teknologi yang bisa diterapkan dan jadi daya ungkit pelayanan kepada masyarakat luas.
Dampak positifnya, terang Sanusi, dirasakan secara langsung oleh masyarakat. 

"Karena itulah, tim juri Kemendagri melalui seleksi ketat memberikan apresiasinya kepada kita sebagai Kabupaten terinovasi ketiga se-Indonesia. Seluruh inovasi ini bisa dipraktikkan dan berdampak nyata pada masyarakat," ucapnya.

Sanusi pun meminta kepada jajarannya sampai tingkat desa untuk tidak berpuas diri dan terus berinovasi. "Harapan besar saya terus berinovasi. Berikan yang terbaik untuk masyarakat. Jangan cepat berpuas diri. Satu lagi, tetaplah saling dukung dalam kebaikan," pungkas Sanusi.