MALANGTIMES - Perkasa Karang Taruna, salah satu peserta Karnaval Budaya Desa Beji, menyapaikan kritikan pembangunan melalui kreatifitas yang ditunjukan saat Karnaval.
Baca Juga : Per Hari Ini Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di 23 Provinsi, Total 5.136 Penderita
Kritikan tersebut dengan membuat mobil dengan bentuk menyerupai Backhoe atau alat berat. Pada Backhoe tersebut terdapat tulisan Monster Penghancur.
Menurut Welly Arisandi, salah satu anggota Karang Taruna mengatakan bahwa Backhoe tersebut dibuat untuk memnyampaikan kepada masyarakat termasuk pemerintah tentang pembangunan di Kota Batu yang tidak seimbang.
"Ini menceritakan tentang pembangunan yang terlalu berlebihan, tidak seimbang dengan penanaman pohon atau penghijauan," ujarnya kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK). Sabtu, (19/9/2015).
Baca Juga : Rektor UMM Merespons Desas-desus Pergantian WR III dan Kursi Baru WR IV
Tak hanya backhoe, namun juga beberapa orang berpakaian tampak seperti investor dengan membawa koper berisikan uang mainan, dan juga masayrakat kecil yang terkena dampaknya.
"Kebanyakan investor dari luar kota, dan masyarakat hanya menjadi penonton kebanyakan," tambahnya.
Dia berharap, dengan pesan yang disampaikan melalui karnaval ini Kota Batu dalam pembangunan bisa beriringan dengan penghijauan disekitarnya dan bisa melibatkan masyarakat sekitar. "Boleh pembangunan, namun harus diimbangin dengan penghijauan," harapnya. (*)
