Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah terkait persebaran covid-19 di Indonesia, dengan mimbar konferensi bertuliskan #MaskerUntukSemua, Rabu (15/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah terkait persebaran covid-19 di Indonesia, dengan mimbar konferensi bertuliskan #MaskerUntukSemua, Rabu (15/4/2020). (Foto: BNPB)

MALANGTIMES - Perkembangan kasus pasien covid-19 kembali diungkap pemerintah setelah kemarin dan hari ini data ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) diinformasikan. 

Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah mengenai covid-19 mengatakan bahwa pemeriksaan PCR (poltmerase chain reaction) per hari ini (15/4/2020) sudah dilakukan kepada puluhan ribu spesimen. 

"Update data covid-19 per tanggal 15 April 2020 pukul 12.00 WIB. Uji PCR yang sudah kami laksanakan adalah lebih dari 36.431 spesimen yang kami periksa dari 33.001 orang. Hasil positif reaktif akumulatif sampai dengan hari ini 5.136 orang. Negatif 27.865 orang," katanya saat konferensi pers di Kanror BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Jakarta, Rabu (15/4/2020), sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB

Achmad Yurianto juga menjelaskan, gambaran jumlah ODP dan PDP secara nasional dihimpun dengan berjenjang. Mulai dari Dinas Kesehatan kabupaten atau kota, lanjut ke Dinas Kesehatan provinsi, dan kemudian diakumulasi secara nasional. "Akumulasi secara nasional kasus ODP sebanyak 165.549 orang. Kasus PDP sebanyak 11.165 orang," ungkapnya. 

Dari laporan pemerintah, tercatat terdapat penambahan kasus pasien positif covid-19 per hari ini (15/4/2020) yang tersebar di 23 provinsi di Indonesia.  "Secara keseluruhan kasus positif yang kami dapatkan pada hari ini adalah 297 pasien, sehingga total konfirmasi positif akumulatif menjadi 5.136 orang," ucap Achmad Yurianto. 

Sebaran di 23 provinsi di Indonesia yakni DKI Jakarta (139), Jawa Barat (29), Jawa Timur (24), Jawa Tengah (13), Kalimantam Selatan (12), Sulawesi Selatan (11), Kalimantan Tengah (8), Sulawesi Tenggara (8), Sumatera Barat (7), Papua (7), Bali (6), Kepulauan Riau (6), Sumatera Utara (6), Kalimantan Utara (4), Sumatera Selatan (3), Sulawesi Tengah (3), Maluku (3), Maluku Utara (2), Sulawesi Barat (2), Bangka Belitung (1), DI Yogyakarta (1), Jambi (1) dan Sulwesi Utara (1). 

Sementara, kasus pasien yang berhasil sembuh mengalami penurunan dibandingkan jumlah angka hari kemarin yang tersebar di tujuh provinsi. "Pasien sembuh 20 orang. Total akumulasi 446 orang," ujar Achmad Yurianto. 

Sebaran tujuh provinsi pasien yang berhasil sembuh yakni Sulawesi Selatan (9), Jawa Timur (5), Bali (2), DKI Jakarta (1), Kalimantan Utara (1), Sumatera Barat (1), dan Maluku Utara (1). 

Sedangkan catatan kasus pasien yang meninggal dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding kandengan hari kemarin. "Pasien meninggal 10 orang, total kasus 469 orang," ucap Achmad Yurianto. 

Sebaran yang meninggal terdapat di enam provinsi. Yakni Jawa Timur (4), Banten (2), Jawa Tengah (1), Kalimantan Tengah (1), Kalimantan Selatan (1), dan Lampung (1). 

Achmad Yurianto mengatakan secara tegas jangan ada diskriminasi kepada orang yang telah sembuh dari covid-19 serta jenazah yang meninggal akibat covid-19.  "Jangan melakukan diskriminasi pasien covid-19 yang sudah sembuh, yang telah kembali ke rumah. Tidak boleh lagi kita menolak jenazah covid-19. Mari kita jadi teladan untuk menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan," tandasnya. 

Achmad Yurianto kembali mengingatkan bahwa terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melawan dan menekan angka persebaran covid-19.  Yaitu engan meningkatkan imunitas diri, makan makanan bergizi, sabar dan tenang, istirahat yang cukup dan teratur, tidak panik, tetap hadapi wabah ini dengan hati yang gembira, jaga jarak, pakai masker, jangan menyentuh mata, hidung, mulut sebelum mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir sampai bersih.