MALANGTIMES - Busana menjadi cerminan identitas diri kita. Jika kita memakai pakaian yang rapi, maka orang-orang akan melihat bahwa kita orang yang rapi. Begitupun sebaliknya.
Baca Juga : Akhir Kisah Sahabat Rasulullah yang Mengatakan Zakat Adalah Pungli
Tapi apa jadinya jika busana justru menjadi penyebab utama kematian? Wah mengerikan sekali bukan.
Dan inilah yang terjadi pada orang-orang berikut. Siapa saja mereka? Berikut 7 busana pencabut nyawa yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Tewas karena Jubah Mandi yang Terbakar
Seorang wanita tua bernama Evelyn Rogof secara tak sengaja membakar jubah mandinya ketika sedang membuat teh dekat kompor. Melihat kejadian ini, sang suami bergegas menyelamatkan istrinya dari semburan api.
Namun sayang, malang tak dapat ditolak, nasib baik tidak berpihak pada mereka. Pasangan suami istri ini harus mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit akibat cedera yang dialami selama 6 minggu.
Akhirnya, Evelyn dinyatakan meninggal dunia. Dan tragisnya lagi, beberapa saat kemudian, sang suami juga meninggal karena serangan jantung.
Akibat kejadian ini, anak mereka menggugat perusahaan pembuat jubah mandi tersebut sebanyak USD 1,9 juta atau sekitar 25 miliar rupiah untuk biaya pengobatan.
2. Hilang Nyawa Tersandung High Heels
Nasib naas ikut menimpa seorang wanita bernama Carlisle Brigham yang ditemukan tewas di lantai dasar Apartemen Loryside, New York, pada pagi hari.
Awalnya, ia berniat untuk curhat kepada temannya tentang depresi yang dialami karena kasus perceraian dengan suaminya. Namun yang terjadi, Brigham malah ditemukan tewas sesaat setelah itu.
Temannya mengira Brigham terjatuh dan tewas karena terlalu mabuk. Tetapi, hasil forensik dan olah TKP (tempat kejadian peristiwa) menyatakan bahwa Brigham tewas tersandung high heels yang dipakainya saat menuruni tangga. Tidak hanya terpeleset, dia juga mendapatkan luka lebar di lehernya akibat mengenai ujung tangga yang tajam.
3. Meninggal karena Topi
Niat baik wanita berusia 29 tahun ini harus berujung tragis. Jenny Santos sedang mencoba untuk mengambilkan topi saudara perempuannya yang jatuh dari lantai 3.
Dilansir dari Dailymail, setelah topi itu terjatuh, Jenny langsung bergegas ke bawah untuk mengambil topi. Namun karena lokasi jatuhnya yang tidak memungkinkan, ia meminta bantuan petugas untuk membantunya. Tapi sedihnya, petugas tersebut menolak membantu Jenny dengan alasan tidak bisa meninggalkan pos.
Karena tidak ditolong, Jenny berinisiatif mengambil topi itu sendiri. Sayangnya, ketika ia mencoba mengambil topi, Jenny kehilangan keseimbangan dan membuatnya terjatuh. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan selanjutnya. Tetapi nyawanya tak tertolong.
4. Tewas Tertimbun Baju
Kepolisian Costa Del sol, Spanyol, dikejutkan oleh kematian satu keluarga karena hal yang tak terduga pada 30 Januari 2017. Satu keluarga itu tewas akibat tertimpa tumpukan pakaian di rumahnya.
Baca Juga : Pengantin 'Masker', Anak Kapolsek Beji Menyambut Hari Bahagia di Tengah Pandemi Covid-19
Salah satu anggota keluarga yang selamat menemukan ayah, ibu, dan adiknya berada di bawah tumpukan baju di ruang tengah sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 pagi.
Pasangan suami istri ini baru saja bertahan dari suatu sindrom. Sindrom ini merupakan kelalaian atau pikun yang begitu ekstrem terhadap diri sendiri sehingga memiliki kecenderungan tertutup. Dan sindrom inilah yang menyebabkan keluarga ini suka menumpuk baju. Ayah, ibu dan anak bungsu mereka meninggal akibat kehabisan oksigen di bawah tumpukan baju.
5. Gaun Pengantin Membawa Maut
Gaun pengantin seharusnya menjadi busana yang membuat Anda merasa bahagia. Bukan sebaliknya. Tetapi kejadian Agustus 2012 lalu menjadi peristiwa tragis yang menimpa seorang wanita bernama Maria Pantazopoulus.
Maria melakukan foto shoot untuk memperingati hari pernikahannya dan meminta bantuan kepada sang fotografer untuk mengambil fotonya. Saat itu, dia sedang bergaya di danau yang berada di Kanada. Tetapi gaun pengantin yang dikenakan semakin berat karena basah.
Akhirnya gaun yang ia kenakan menariknya sedalam 8 meter ke dalam danau. karena tidak bisa menahan beratnya gaun pengantin, dia terbawa arus danau. Dua jam kemudian, Maria ditemukan di hilir sungai. Karena arus danau sangat keras, sang fotografer tidak bisa menyelamatkan nyawa wanita ini.
6. Tewas Terjerat Syal
Dalam mengendarai gokart, pasti ada sejumlah peraturan yang harus dituruti untuk keselamatan peserta. Jika tidak mengindahkan, ya bisa-bisa kita celaka seperti seorang remaja berusia 18 tahun bernama Suzanne.
Ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan nyawanya melayang karena tidak mematuhi peraturan dan instruksi yang diberikan petugas. Kejadian ini terjadi pada 2009, saat ia sedang asyik bermain gokart. Syal panjang yang seharusnya tidak ia pakai saat bermain gokart justru ia pakai. Akibatnya, ujung syal itu tersangkut di mesin dan mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
7. Tewas Tertimpa Baju Basah yang Disimpan dalam Rak
Kejadian ini berlangsung September 2011. Seorang ayah bernama Brian Depledge mengalami kejadian memilukan yang berujung tragis setelah terpeleset di lantai rumah yang basah. Basahnya lantai tersebut karena sebelumnya ia menjemur pakaian basah di dalam rumah.
Akibat kecelakaan itu, kepalanya tersangkut di sela-sela rak jemuran dan wajahnya tertimpa rak yang berisi pakaian basah. Akibat beban rak tersebut, Brian mengalami patah tulang dada. Dan celakanya lagi, saat itu tidak ada orang dirumah untuk menolongnya.
Ketika anaknya pulang ke rumah, ia mendapati keadaan kepala sang ayah yang tersangkut di rak jemuran. Saat itu, wajahnya penuh darah. Dokter yang menangani Brian menyatakan bahwa ia tewas kehabisan oksigen.
8. Dibunuh karena Punya Kemeja Termahal dari Emas
Seorang pria India bernama Satya Phuge (48) memiliki baju yang terbuat dari emas seberat 3 kilogram. Harga baju tersebut setara dengan Rp 3,2 miliar.
Namun pada Kamis (14/7/2019), Phuge tewas dianiaya oleh sekelompok orang. Pembunuhan tersebut terjadi saat Phuge bersama sang anak menghadiri sebuah acara ulang tahun. Namun saya tiba di sana, ia tiba-tiba saja diserang oleh sekelompok orang. Diduga pembunuhan tersebut dilandasi permasalahan uang dan seringnya korban memamerkan emasnya.
