Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Kisah Rasulullah SAW dengan para sahabat banyak dikisahkan dalam Alquran. Setiap kisah tentunya mengajak umat muslim untuk senantiasa berpikir dan memetik pelajaran atas kisah tersebut.

Tak melulu tentang kisah keberhasilan. Dalam Alquran juga diceritakan kisah kegagalan sahabat Rasulullah dalam menjalankan ajaran  Islam. Salah satunya adalah kisah Tsalabah Ibn Hathib al-Anshari.

Baca Juga : Pengantin 'Masker', Anak Kapolsek Beji Menyambut Hari Bahagia di Tengah Pandemi Covid-19

Baca Juga : Pengantin 'Masker', Anak Kapolsek Beji Menyambut Hari Bahagia di Tengah Pandemi Covid-19

Salah satunya tercermin dalam firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah Ayat 75-77. Ayat tersebut pada dasarnya berisi sindiran kepada orang-orang yang sebelumnya berikrar akan menyedekahkan sebagian hartanya jika dikaruniai Allah berupa kekayaan, tetapi setelah diberi kekayaan, mereka justru menjadi kikir dan berpaling.

Karena sikap seperti itu, Allah kemudian menanamkan kemunafikan pada hati mereka sampai tiba ajal karena mereka telah memungkiri ikrar dan berdusta.

Firman Allah SWT itu  dapat dilihat dari kisah salah satu sahabat Rasulullah SAW, Tsalabah Ibn Hathib al-Anshari. Kisah itu pun kemudian banyak disampaikan sebagai pelajaran kepada umat muslim.

KH Bahaudin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyampaikan, Tsalabah Ibn Hathib al-Anshari merupakan sosok yang sangat baik. Setiap hari ia tak pernah ketinggalan melaksanakan salat berjamaah. Hingga akhirnya ia dijuluki sebagai Merpatinya Masjid.

Dikisahkan, Tsalabah sering lari dari masjid saat usai mengucap salam. Hingga suatu hari, Rasulullah SAW bertanya kepada Tsalabah. Kemudian Tsalabah menyampaikan bahwa dirinya harus pulang lantaran bergantian pakaian dengan istrinya. "Tsalabah lalu minta didoakan oleh Rasulullah supaya kaya," kata Gus Baha.

Setelah beberapa kali minta didoakan, Rasulullah pun mendoakan Tsalabah. Apalagi saat itu, Tsalabah juga berjanji akan memberikan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan. Allah SWT mendengarkan dan mengabulkan doa tersebut.

Akhirnya, Tsalabah pun mendapatkan seekor unta dan domba. Unta dan domba miliknya lalu berkembang biak sangat luar biasa. 

Baca Juga : Seorang Sahabat Porak-porandakan 70 Ribu Pasukan Persia, Begini Kisahnya

Baca Juga : Seorang Sahabat Porak-porandakan 70 Ribu Pasukan Persia, Begini Kisahnya

Namun hartanya yang berlimpah pada akhirnya membuat Tsalabah menjadi sosok yang kikir. Suatu ketika, dia diminta untuk menunaikan kewajiban zakatnya. Namun Tsalabah malah menyebut  zakat merupakan pajak atau pungutan liar (pungli).

 Sikap itu kemudian terdengar oleh Rasulullah SAW. Kemudian turunlah firman Allah, yaitu Surat at-Taubah Ayat 75-77. "Jadi ingatlah bahwa kikir masih dimaafkan, tapi ketika salah hukum maka Allah tidak akan meridhai," tutur Gus Baha.

Kiranya kisah dari sahabat Rasulullah SAW ini senantiasa bisa menjadi contoh dan renungan kita bersama.