Yusuf dan Nikmah saat melangsungkan akad nikah dengan menggunakan masker penutup mulut serta sarung tangan medis. (Foto: Yusuf for MalangTimes)
Yusuf dan Nikmah saat melangsungkan akad nikah dengan menggunakan masker penutup mulut serta sarung tangan medis. (Foto: Yusuf for MalangTimes)

MALANGTIMES - Di tengah wabah pandemi Covid-19 di Indonesia, terdapat beberapa pasangan pengantin yang tetap melangsungkan pernikahan sesuai jadwal.

Namun, perayaan hari bahagia ini tidak seperti pasangan-pasangan yang menikah sebelum pandemi berlangsung. 

Baca Juga : Kisah Mbah Ginten, Nenek Renta yang Hidup Sebatang Kara di Pelosok Kabupaten Malang

Hanya akad nikah yang dilangsungkan, tidak ada resepsi karena berpotensi mendatangkan kerumunan orang.

Salah satu pasangan pengantin yang tetap melangsungkan pernikahan tersebut yakni M. Yusuf Akbar dan Aini Nikmah yang melangsungkan pernikahan di Kabupaten Lamongan. 

Mereka menikah di Dusun Pegadingan RT 06 / RW 01, Desa Kanugraham, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. 

Yusuf sang suami, saat dikonfirmasi oleh JatimTIMES menuturkan bahwa dirinya melangsungkan pernikahan sesuai jadwal dan menunda dahulu untuk jadwal resepsi pernikahan hingga wabah pandemi Covid-19 ini mereda. 

"Tetap jadwalnya untuk akad saja (11/4/2020), namun untuk resepsi kita tunda sampai waktu yang belum ditentukan," tuturnya saat dikonfirmasi pewarta, Minggu (12/4/2020). 

Untuk acara akad nikahnya, Yusuf bersyukur karena berjalan dengan lancar dan terus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pelaksanaan akad nikah tersebut tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan, seperti penggunaan masker, menyediakan handsanitizer, jaga jarak, tidak mengumpulkan kerumuman orang. 

Akad juga dilangsungkan di rumah pengantin, hal ini dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19. 

"Yang mendatangi dibatasi hanya 3 orang dari masing-masing keluarga, mempersiapkan handsanitizer, masker, dan sarung tangan medis. Tidak memakai sound system," jelas Yusuf.

Ditanya mengenai persiapan yang telah dilakukan, Yusuf menjelaskan bahwa persiapan pernikahan telah dilakukan sejak Desember 2019 sebelum pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. 

"Kita udah persiapan Desember 2019 dan daftar sebelum Covid-19 menyerang Indonesia. KUA secara otomatis tidak bisa menolak untuk melakukan akad. Kecuali jika pengajuannya ke KUA saat Covid-19 telah menyerang Indonesia dan di berlakukannya penutupan perkantoran. Itu baru nggak bisa," jelasnya.

Awalnya, mereka berencana melangsungkan acara resepsi setelah akad.

Yusuf menyebutkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan vendor resepsi agar dilakukan penundaan sampai kondisi kembali membaik sedia kala. 

"Untuk kerugian kita tidak terlalu hitung-hitungan. Karena dengan kita menunda acara resepsi kita juga bisa menolong tenaga medis dan orang-orang yang menjadi garda terdepan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.

Yusuf sendiri merupakan anak Kapolsek Beji, Kabupaten Pasuruan. 

Baca Juga : Lagi Hits, Begini Tutorial Membuat Instagram Bingo

Sang ayah pun terpaksa tidak dapat menjadi wali nikah dari anak kandungnya tersebut, dikarenakan mendapat tugas negara sebagai garda terdepan untuk pemutusan rantai penularan Covid-19. 

"Bapakku sebagai wali tidak bisa menghadiri karena harus tetap stay di Pasuruan. Karena sebagai Kapolsek harus stay dan terus setiap hari memberikan sosialisasi terhadap masyarakat," ungkap Yusuf yang juga membuat suasana menjadi haru.

Yusuf dan Nikmah juga berharap kepada seluruh masyarakat yang akan melangsungkan akad nikah seperti dirinya, agar selalu dimudahkan dan dilancarkan. 

"Semoga semua yang akan akad nikah dilancarkan dan dimudahkan, dan untuk kita semua semoga selalu di berikan lindungan Allah SWT di berikan ketabahan dan kesabaran," ujarnya. 

Mereka berdua juga turut mengimbau masyarakat luas, agar terus mematuhi anjuran dari pemerintah agar dapat menekan angka penularan Covid-19 di Indonesia. 

"Tetap ikuti anjuran yang telah di tetapkan pemerintah untuk kebaikan kita semua, semoga virus ini cepat berlalu dan semoga kita dapat mengambil hikmah dari semua kejadian yang telah terjadi," tutupnya.