MALANGTIMES - Alasan remaja JPS warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen ini membobol kotak amal ini bikin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, pelajar sekolah menengah pertama di Desa Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen ini mengaku mencuri uang yang ada di kotak amal masjid karena kecanduan game online.
Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah
Aksi pencurian uang di kota amal itu sudah dilakukan berulangkali. Jumlahnya mencapai puluhan kali. “Seingat saya sudah 20 kali saya mencuri kotak amal di masjid. Selain masjid As-Syafi’iyah, beberapa masjid lain di wilayah Kecamatan Kepanjen juga pernah saya curi,” kata pelajar kelas 1 MTs ini, saat ditemui MalangTIMES di Polres Malang, Sabtu (16/2/2019).
JPS mengaku, setiap melancarkan aksinya, dia selalu sendirian. Modusnya dengan berjalan kaki menuju ke masjid yang hendak ia jadikan sasaran. “Biasanya saya beraksi sekitar jam satu dini hari,” terang remaja yang kini berusia 16 tahun ini.
Keterampilan maling itu diakui JPS didapat dengan cara belajar secara otodidak. Setiap beraksi dia selalu membawa besi panjang, untuk mencongkel gembok dan memecah kaca kotak amal. “Dari 20 masjid, rata-rata dapat sekitar Rp 400 an ribu. Uangnya saya pakai untuk ke warnet main game dan beli rokok,” kata anak pertama dari tiga bersaudara ini.
Kepada wartawan, JPS mengaku kepepet menggasak uang di kotak amal. Hal itu yang membuat pelaku sering melancarkan aksi hingga 20 kali. “Kepepet mas, butuh uang untuk jajan. Jarang dikasih uang saku,” dalih pelaku.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi menjelaskan, terungkapnya kasus ini bermula setelah sebelumnya warga mengamankan pelaku, seusai menggasak uang di kotak amal masjid As-Syafi’iyah. Warga yang muak, akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.
“Pelaku sempat kami amankan ke Polsek Kepanjen, namun karena masih di bawah umur. Pelaku kami limpahkan ke UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Malang,” terang Supriyadi.
Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi
Berdasarkan pendalaman MalangTIMES, pelaku memang sering meresahkan warga, karena kebiasaan mencuri. Selain kotak amal, JPS juga pernah mengambil handphone milik orang lain. Karena perbuatannya, pelaku sempat dibawa ke Polsek Kepanjen. Namun, saat itu pelaku tidak dijebloskan ke penjara, sebab kasusnya berakhir damai. “Pelaku dibawa ke Polsek Kepanjen sudah dua kali ini, dulu pernah karena kasus pencurian handphone. Saat itu berakhir damai, keluarga pelaku bersedia mengganti handphone milik korban,” kata salah satu anggota polisi yang namanya enggan disebutkan ini.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, JPS nyaris dihakimi massa, lantaran membobol kotak amal di masjid As-Syafi’iyah, Sabtu (16/2/2019). Total uang senilai Rp 796 ribu itu dibawa kabur pelaku dari masjid yang berlokasi di Jalan Kolonel Kusno, Dusun Ngempit, Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen tersebut.
