MALANGTIMES - Berbicara tentang hadits, tentu sebagian besar orang awam seperti kita akan selalu berpendapat bahwa itu adalah benar. Tapi tahukah kalian, diantara ribuan bahkan jutaan kalimat hadits itu ternyata banyak yang palsu.
Hal itu disampaikan Ustadz Adi Hidayat LC MA sebagaimana MalangTIMES kutip dari channel YouTube Audi Dakwah yang diunggah pada 20 September 2018 lalu. Dalam video itu, ustadz kelahiran Pandeglang, Banten itu dengan gamblang menjelaskan beberapa hadits populer yang ternyata adalah hadits palsu.
Baca Juga : Kisah Lucu Umar bin Khattab Protes Kebijakan Mualaf yang Pimpin Peperangan
Pada dasarnya Ustad Hidayat menyampaikan jika ada tiga jenis hadits. Pertama adalah hadits yang sengaja dipalsukan oleh seseorang tanpa mendapat informasi langsung dari nabi. Contohnya adalah hadits 'kebersihan adalah sebagian dari iman'. Kemudian kalimat 'makan saat lapar dan berhenti saat sebelum kenyang'.
"Itu adalah contoh hadits palsu," katanya.
Menurutnya, kalimat - kalimat tersebut sangat bagus termasuk juga maknanya. Tapi Nabi Muhammad SAW sama sekali tidak pernah mengucapkan itu. Bahkan dari berbagai kisah yang ditulis dalam kitab di Arab menyebutkan jika sejak dulu memang ada banyak orang yang sengaja memalsukan hadits.
"Satu orang bahkan memalsukan sampai 40 ribu kalimat yang disebutnya hadits," terangnya.
Ke dua adalah hadits yang semi palsu. Biasanya disampaikan oleh orang yang suka berdusta dan mengarang cerita. Sehingga sulit dibedakan antara yang hadits dan yang bukan. Salah satu contohnya adalah hadits 'Awal Ramadhan itu rahmad, pertengahannya ampunan, dan ujungnya pembebasan dari neraka'.
Hadits tersebut pernah diriwayatkan oleh Ibnu Huzaimah, sehingga saat Ramadhan hadits ini selalu banyak digunakan di berbagai mimbar. Namun yang perlu digarisbawahi, saat itu Ibnu Huzaimah memberi catatan jika hadits tersebut tidak benar dan diragukan.
"Tapi sebagian besar kitab tersebut terkena banjir dan kalimat 'tidak sahih' terhapus dalam bab tentang keutamaan bulan Ramadhan tersebut. Akhirnya saat ditulis kembali, kata 'tidak' terhapus begitu saja dan tersebar ke masyarakat sampai sekarang," tambah pria berkacamata tersebut.
Baca Juga : Kisah Nabi Musa Melabrak Nabi Adam, Begini Akhir Ceritanya Versi Gus Baha
Ke tiga adalah hadits Munkar, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang selalu berperilaku menyimpang. Seperti orang yang suka mabuk-mabukan misalnya. Hadits seperti ini harus dihindari, bukan karena kalimatnya buruk, tapi karena yang meriwayatkan adalah orang yang sering melanggar aturan dan syariat Islam.
"Maka telusuri informasi yang kita dapatkan. Karena hadits itu adalah berkaitan dengan isi dan yang meriwayatkan," urai pendiri Yayasan Quantum Akhyar Institute itu.
Jika satu ayat saja salah, lanjutnya, maka itu akan bermasalah. Begitu juga ketika yang meriwayatkan juga masih belum jelas, maka itu perlu menjadi pertanyaan meski pada dasarnya isi dari hadits itu bagus.
"Salah satunya seperti kebersihan sebagian dari iman, yang dikatakan itu adalah hadits Rasulullah. Tapi kenyataannya, kalimat yang sering kita dengar ini merupakan salah satu dari banyaknya hadits palsu yang banyak beredar di masyarakat," tambahnya.
Berikut penjelasan lebih jauh dari Ustadz Adi Hidayat LC MA.
