JATIMTIMES - Dalam konteks pembangunan ekonomi nasional, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian. Selain berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, UMKM juga menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.
Upaya peningkatan kualitas dan daya saing UMKM terus dilakukan melalui berbagai program pendampingan. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah kolaborasi antara Gerakan Nasional Indonesia (GNI) dan mahasiswa COE Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Muhammad Rosul Rega Ardiansyah dan Aurelius Elmori Gading S, dalam mendampingi pelaku UMKM di sejumlah wilayah.
Baca Juga : Perkuat Ketangguhan Ekonomi, Gus Qowim Ajak Bank Indonesia Kolaborasi Dorong Kemandirian Kota Kediri
Melalui program pendampingan terpadu, GNI bersama mahasiswa UMM mendorong perubahan signifikan dalam kehidupan para pelaku usaha mikro. Mahasiswa UMM terlibat langsung dalam proses pendampingan, mulai dari pemetaan potensi usaha, pelatihan manajemen sederhana, hingga pendampingan pemasaran berbasis digital.
Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan kultural masyarakat pelaku UMKM. Dengan pendekatan humanis dan partisipatif, GNI dan mahasiswa UMM berupaya memahami kondisi sosial yang melatarbelakangi aktivitas usaha masyarakat, termasuk tantangan budaya, struktur sosial, serta dinamika komunitas setempat.
Pendekatan ini dinilai penting karena keberhasilan pengembangan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh keberlanjutan sosial dan dukungan lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, pendampingan yang diberikan tidak sebatas pada pelatihan teknis, melainkan juga pada penguatan kepercayaan diri serta kapasitas sosial para pelaku usaha.
Dampak dari kolaborasi tersebut mulai terlihat melalui peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta penguatan kelembagaan usaha. Pelaku UMKM yang sebelumnya mengalami keterbatasan dalam pengetahuan pemasaran dan akses permodalan kini menunjukkan perkembangan positif. Mereka menjadi lebih mandiri dan mampu bersaing di tingkat lokal hingga nasional.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pendampingan yang bersifat holistik mampu menciptakan perubahan berkelanjutan dalam komunitas usaha mikro. Tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat struktur sosial yang menopang keberlangsungan usaha.
Baca Juga : Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Mahasiswa STIDKI Jadi Agen Perubahan Lewat Dakwah dan Akhlak
Keberhasilan program ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam pembangunan ekonomi. Pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas memungkinkan terciptanya ekosistem usaha yang lebih kuat dan berdaya tahan. Lebih dari sekadar capaian angka, keberhasilan kolaborasi GNI dan mahasiswa UMM menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi juga berkaitan erat dengan penguatan nilai solidaritas sosial dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Secara keseluruhan, peran GNI bersama mahasiswa UMM sebagai pendamping UMKM di tingkat lokal membuktikan bahwa perubahan sosial yang berkelanjutan dapat dicapai melalui pendekatan yang manusiawi dan partisipatif. Pendampingan tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan ekonomi, tetapi juga menjadi proses membangun kapasitas sosial dan memperkuat komunitas. Dengan demikian, pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
